Penyakit Mata pada Balita

Penyakit mata bisa menimpa siapa saja. Tak terkecuali dengan balita. Bahkan sebagai kalangan yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah, balita justru merupakan sasaran empuk bagi kuman (bakteri atau virus) untuk menginfeksi yang akhirnya mungkin bisa menyebabkan penyakit mata. Penyakit mata pada balita yang umum terjadi ada 3 macam. Berikut ini adalah uraiannya.

Konjungtivitis

  • Penyakit mata pada balita yang paling umum terjadi adalah konjungtivitis. Kita mengenalnya sebagai mata kemerah-merahan.
  • Penyakit yang paling umum adalah infeksi bakteri atau virus dan juga terhalangnya kelenjar air mata oleh sesuatu benda.
  • Gejalanya selain mata kemerahan adalah mata yang terus berair dan juga pembengkakan kelopak mata.
  • Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian obat tetes mata atau juga krim antibiotik.
  • Mencuci tangan dengan menggunakan sabun bisa mencegah penularan penyakit konjungtivitis.

Pseudostrabismus

  • Merupakan penyakit mata pada balita yang mirip penyakit strabismus. Itu sebabnya penyakit ini disebut pseudostrabismus. Hal yang membedakan adalah strabismus itu bersifat ganas karena berhubungan erat dengan tumor.
  • Penyakit ini membuat mata terlihat bengkok/miring/serong.
  • Penyebabnya adalah tulang jembatan hidung yang tidak normal serta lipatan daging antara mata dan hidung yang berlebih.
  • Pengobatan yang dilakukan lebih dititikberatkan pada pengawasan pertumbuhan tulang dan juga daging antara hidung dan mata karena dikhawatirkan yang terjadi bersifat malignan (ganas).

Amblyopia atau Mata malas

  • Merupakan penyakit mata penampakannya berupa mata yang malas dan lelah atau berair terus menerus.
  • Penyebabnya adalah berbagai macam benda dan hal yang kemudian membuat pandangan mata menjadi kabur dan juling. Penyakit ini biasanya terjadi pada sebelah mata saja.
  • Pengobatan yang dilakukan bisa dengan obat tetes mata, kaca mata, hingga pengobatan intensif tertentu oleh dokter mata.

Nah itulah beberapa di antaranya penyakit mata pada balita yang umum terjadi. Pastikan Anda selalu waspada terhadap apa pun yang terjadi pada mata balita Anda guna mencegah hal-hal yang lebih serius. Ingat bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.

Semoga bermanfaat.