
Menjadi orangtua adalah sebuah tantangan yang paling besar dengan hadiah yang tak terkira nilainya. Menjadi orangtua adalah suatu tanggung jawab dan tugas tiada akhir.
Menjadi orangtua adalah sebuah proses aktif dimana seseorang menggunakan keahlian dan pengetahuannya ketika membuat rencana pernikahan, melahirkan, membesarkan dan menyediakan nafkah bagi anak-anaknya. Proses menjadi orangtua termasuk melindungi, memberi gizi dan mendidik anak. Inilah pentingnya peran orangtua untuk pertumbuhan anak. Anak yang baik adalah berkat didikan orangtuanya yang penuh kasih sayang.
Ketika anak melalui tahapan pertumbuhan, orangtua juga mengikuti tahapan pembelajaran sebagai orangtua yang memerlukan tanggung jawab sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui. Tahapan ini melingkupi perubahan peran dan tugas bagi orang tua dan anak. Di bagian mana pentingnya peran orang tua untuk pertumbuhan anak? Bisa kita lihat dalam penjelasan di bawah ini.
1. Image building. Orangtua membangun image atau citra sistem pendidikan yang ideal untuk nanti ketika anaknya lahir. Orangtua akan ingat bagaimana cara dirinya dibesarkan, mengambil hal positif dan membuang yang negatif untuk kemudian diterapkan pada anak-anaknya.elasan di bawah ini.
2. Pemberian nutrisi. Setiap anak mempunyai keinginan yang berbeda. Dengan memenuhi kebutuhan anak maka ikatan batin yang kuat akan terjalin dimana pesan cinta dan dukungan akan terus mengalir.
3. Kekuasaan. Orangtua adalah orang yang memgang kendali ketika anak mulai bisa berjalan dan bicara. Disinilah periode dimana orangtua membuat aturan untuk tingkah laku dan aksi yang dilakukan anaknya. Kapan berkata tidak dan kapan berkata ya.
4. Pemahaman. Di periode ini pertanyaan anak dari “apa” menjadi “kenapa” atau “bagaimana”. Hal seperti ini memerlukan penjelasan yang bias membuat anak mengerti dan paham maksud dari perkataan kita.
5. Persiapan untuk menjadi mandiri. Disinilah pentingnya peran orang tua untuk pertumbuhan anak yang paling penting. Orangtua dari anak yang beranjak dewasa menghadapi tantangan atas kekuasaan mereka sebagai orang tua. Remaja kerap melawan ketika orang tua membuat keputusan atau mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan keinginan pribadinya.
Namun, anak adalah imitasi dari orangtua dan orang dewasa lainnya yang mereka hormati. Mendidik anak adalah perjuangan tanpa henti.

