Olahraga yang Tepat Untuk Anak Obesitas

Memiliki tubuh yang berbeda dan tak biasa terkadang membuat anak menjadi tak percaya diri sehingga mereka enggan untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Begitu pula dengan anak obesitas. Bobot dan ukuran tubuhnya menghalangi gerak lincahnya, sehingga akhirnya mereka enggan untuk berolahraga. Padahal olahraga adalah salah satu cara untuk membakar kalori tubuh yang diharapkan dapat menurunkan berat badan.

Ukuran tubuhnya yang lebih besar dari anak lainnya membuatnya tidak bisa bergerak lincah dan mengikuti olahraga yang membutuhkan kelincahan gerak seperti sepakbola, lari, renang, basket dan masih banyak lagi. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memilih olahraga yang tepat untuk anak obesitas.

Memilih olahraga yang tepat untuk anak obesitas harus disesuaikan dengan jenis gerakan yang dituntut oleh olahraga tersebut. Lari merupakan olahraga sederhana yang sebenarnya baik untuk menurunkan berat badan, hanya saja postur tubuh yang besar membuat anak tidak leluasa berlari dan merasa berat. Sebelum kita menentukan jenis olahraga yang tepat untuk anak obesitas, sebaiknya kita bangun rasa percaya diri anak dahulu untuk melakukan kegiatan diluar rumah, misalnya dengan menemaninya berjalan-jalan pagi, berenang sambil bermain bersama keluarga atau hanya sekedar bersepeda santai.

Buatlah permainan dengan gerakan-gerakan ringan yang dapat membuatnya terlibat aktif, misalnya lempar tangkap, voli, memasukkan bola ke dalam lubang seperti pada permainan golf. Intinya anak obesitas harus banyak melakukan gerakkan yang dapat membakar kalorinya. Kurangnya gerak tubuh dapat menyebabkan ototnya mejadi kaku dan bukan mustahil terjadi pengerasan pembuluh darah. Akibatnya penyakit diabetes dan jantung mudah menghinggapinya.

Umumnya anak yang memiliki tubuh yang gemuk enggan melakukan olahraga bersama, alasannya adalah menghindari olok-olok dari rekannya. Kelambatan gerak mereka selalu dijadikan bahan tertawaan rekan sepermainan yang memanggil mereka dengan sebutan si gendut-lah, giant, dan sebagainya yang menunjukkan bahwa tubuhnya sangat besar. Hal ini menyebabkan rasa percaya diri anak hilang. Sebagai solusinya, pilihkan olahraga yang dapat dilakukan sendiri, contohnya adalah bersepeda, berjalan-jalan dan berenang bersama keluarga, atau hanya sekedar melakukan permainan yang dapat merangsang tubuh untuk bergerak.