
Muntah pada balita merupakan hal yang biasa terjadi. Karenanya, banyak orang tua yang tidak terlalu khawatir dan membiarkan hal tersebut sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi patut diwaspadai, muntah juga bisa merupakan salah satu gejala dari penyakit yang lebih serius. Apa dan bagaimana sebenarnya muntah pada balita itu? Bagaimana pula cara penanganannya? Berikut ini adalah uraian mengenai muntah pada balita dan penanganannya.
Muntah pada balita dan penanganannya sebenarnya mirip seperti pada orang dewasa. Muntah ini terjadi ketika saraf-saraf di dalam tubuh atau saraf-saraf otak mengenali adanya suatu zat pemicu muntah. Zat pemicu ini bisa berupa racun, infeksi, obat-obatan, atau pergerakan. Mual-mual biasanya lebih dulu dirasakan sebelum terjadinya muntah. Pada balita, mual tentu tak bisa diketahui, akan tetapi rewel dan menangis sesaat sebelum muntah, bisa diartikan sebagai bentuk ekspresi balita terhadap mual. Penyebab muntah ini bisa beraneka ragam. Misalnya saja infeksi usus, penyempitan usus, infeksi lambung, keracunan makanan, dan juga alergi.
Berikut ini adalah penanganan yang bisa Anda lakukan jika balita Anda muntah-muntah.
• Pantau muntah yang terjadi.
Jika perlu, hitung berapa kali dalam sehari balita Anda muntah. Pastikan Anda mewaspadai jika kemudian muntah menyebabkan balita Anda dehidrasi. Tanda dehidrasi ini di antaranya adalah bibir yang kering dan haus teru menerus. Dalam keadaan ini, berikan minum yang banyak. Jika masih asi, berikan asi sesering mungkin. Pakaikan balita Anda diapers karena banyak minum akan berefek pada seringnya dia buang air kecil.
• Jika balita Anda muntah tetapi tidak dehidrasi, dia bisa diberi makan. Makanan yang lunak akan lebih baik untuk dikonsumsinya.
• Hindarkan dari pemberian jus buah yang banyak mengandung gula. Hal ini karena akan membuat balita Anda lebih mual dan memicu muntah lagi.
• Jika balita Anda terus menerus muntah, apalagi sampai terjadi dehidrasi, segera hubungi dokter.
Dalam kadaan ini, dokter akan memberi pengobatan rehidrasi, baik secara oral maupun melalui pembuluh darah vena (infus). Di sini, balita Anda juga pasti akan disarankan untuk dirawat secara intensif di rumah sakit atau klinik. Pemberian obat-obatan juga akan diberikan. Tentu saja setelah semua hal, termasuk penyebabnya terdiagnosis dengan tepat.
• Dalam keadaan tertentu, muntah-muntah juga bisa disertai dengan buang air besar yang juga terus menerus. Penanganannya mirip dengan rehidrasi, yaitu dirawat secara intensif di rumah sakit dengan pemberian cairan secara oral atau pun infus. Obat-obatan juga diberikan untuk menyembuhkan infeksi yang terjadi.
• Untuk mencegah penularan dan penyebaran kuman dari muntahan, pastikan Anda dan keluarga selalu bersih. Cuci tangan setiap akan melakukan atau sesudah melakukan sesuatu. Jaga juga kebersihan lingkungan rumah Anda. Nah itulah penjelasan mengenai muntah pada balita dan penanganannya. Jaga selalu kesehatan balita Anda dan seluruh keluarga Anda. Ingat selalu bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati.
Semoga bermanfaat.

