Mewaspadai Sekaligus Mengatasi Muntah Pada Anak

Muntah-muntah pada anak dan bayi tidak bisa dianggap remeh, karena bisa jadi merupakan gejala kondisi yang lebih serius. Meskipun begitu, anda masih bisa mengatasinya dengan cara tradisional supaya anak juga tidak terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan kimia. Jika muntah terjadi akibat perut kembung, anda bisa membuatkan air beras kencur yang memang tidak hanya berfungsi untuk mengobati memar dan keseleo. Khusus untuk anak anda, ada ramuan yang bisa dibuat dengan mudah sebagai obat untuk anak anda. Bahan-bahannya pun cukup dengan beras, kencur, kunyit, adas manis, gula merah, garam, dan asam jawa. Rendam selama beberapa saat beras sebanyak satu sendok makan, kemudian disangrai sampai warnanya berubah kecoklatan. Tumbuk halus beras tersebut bersama dengan kunyit dan kencur masing-masing satu ruas jari serta adas manis sekitar seperempat sendok teh saja. Setelah tertumbuk rata, seduh dengan air panas bersama dengan sedikit gula merah, asam jawa, serta garam. Segera minumkan pada anak setelah disaring dan selagi hangat.

Mengenali Pemicu Muntah-Muntah Pada Anak Dan Bayi

Gangguan pencernaan adalah salah satu pemicu muntah pada anak. Kondisi ini tidak bisa diremehkan karena bisa berlanjut ke tingkat yang lebih berat. Salah makan adalah salah satu penyebab yang sering muncul pada balita, sedangkan pada bayi biasanya karena belum matangnya saluran cerna. Rata-rata orangtua menyebutnya gumoh. Lambung bayi juga memiliki keterbatasan kapasitas, sementara otot polos saluran cerna juga masih lemah. Jadi gumoh terjadi, karena banyaknya cairan susu yang diminum tidak tertampung oleh lambung. Ketika cairan yang harus keluar terlalu banyak, Muntah-muntah ada anak dan bayi kadang juga meluas dengan keluarnya cairan lewat hidung. Anda perlu menemui dokter jika susu yang membuat bayi tersedak sudah sempat masuk ke lambung sehingga sudah tercampur asam. Ketika muntahannya masuk paru-paru otomatis akan merusak.

Saat Muntah-Muntah Pada Anak Dan Bayi Masuk Level Serius

Anak yang berusia dibawah satu tahun juga bisa mengalami muntah akibat refleks sebanyak satu sampai dua kali dalam sehari. Saluran cerna yang belum sempurna, ditambah udara yang tidak bisa keluar dari klep antara tenggorokan dan lambung menjadi pemicu muntah. Masih longgarnya klep inilah yang menyebabkan makanan di lambung naik ke tenggorokan lagi, padahal sudah tercampur asam lambung. Jika terjadi terlalu sering, tentu lama-kelamaan tenggorokan bayi terluka. Untuk mengatasinya, disarankan untuk mengentalkan makanan, lalu posisikan anak setengah duduk sebelum menyuapinya. Berhenti sejenak jika anak masih muntah, lalu segera pergi ke dokter jika muntah-muntah pada anak dan bayi terjadi terlalu sering, hampir setiap selesai makan, sampai anak menjadi gelisah bahkan sulit tidur.