
Eksplorasi anak pada usia 0-1,5 tahun adalah terjadi fase oral yang ditandai anak memperoleh kepuasan saat memasukkan barang atau sesuatu kemulutnya. Hal ini sebenarnya adalah sesuatu yang wajar, namun akan menjadi hal yang meresahkan saat dia mulai memasukkan hal yang membahayakan dan kotor-kotor hingga bisa menyebabkan suatu penyakit. Lantas bagaimana cara menghilangkan kebiasaan anak memasukkan tangan kedalam mulutnya?
Sebenarnya bila hanya sekedarnya saja, bukan menjadi kebiasaan yang meresahkan. Anda tidak perlu terlalu keras melarangnya, Hanya saja selalu jaga kebersihan mulutnya, tangannya, dan segala barang yang dipegangnya.
Awasi secara terus menerus saat anak mulai mengeksplorasi dengan tangan dan memasukkan apapun dalam mulutnya. Jangan sampai anak memasukkan hal yang berbahaya, seperti batu baterai, cabai, sterofoam, atau barang lainnya. Meski masih kecil, ajari anak untuk tidak selalu mencoba memasukkan barang ke mulutnya dengan melarang secara halus, jangan mengagetkan dan jangan membentak.
Sesekali dicobakan rasa barang yang akan dimasukkan kemulut yang timbulkan aroma atau rasa yang menyengat, seperti kulit jeruk, daun jeruk, atau lainnya tak membahayakan kesehatan anak. Ini penting dilakukan agar anak mulai belajar berpikir, bahkan selain makanan yang disuapkan atau yang disediakan ibunya, maka hal itu akan timbulkan rasa yang tak enak.
Menghilangkan kebiasaan anak memasukkan tangan kedalam mulut lainnya, tentu dengan mengalihkan perhatiannya dengan mengadakan permainan yang menarik. Seperti petak umpet, menyusun balok, mendongeng, menyusun puzzle, memainkan boneka-bonekanya secara drama ataupun yang lainnya. Bila anak ditunggui dan terlihat selalu sibuk, maka ia akan lupa kebiasaannya.
Terakhir, tentu perhatian orang tua dan orang-orang disekelilingnya untuk peduli pada si kecil, dan perilakunya. Jangan sampai terjadi ada anak-anak tertentu yang sering dirilis dimedia massa mempunyai kebiasaan yang tak lazim, selain suka memasukkan tangan ke mulutnya juga misalnya kebiasaan makan kertas koran, makan arang, memakan serpihan tembok rumah bahkan merokok! Ini adalah kesalah terbesar orangtua yang tak peduli pada prilaku anak, sehingga sangat sukar menghilangkan kebiasaan anak memasukkan barang ke dalam mulut.

