
Pro kontra imunisasi masih dapat kita jumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat tanah air dan luar negeri. Hal tersebut wajar terjadi karena tidak semua kondisi bayi membutuhkan imunisasi menurut para orang tua. Bayi dapat memiliki kekebalan tubuh yang baik karena faktor tertentu. Faktor tersebut diantaranya asupan nutrisi yang diberikan kepada bayi, lingkungan sekitar tempatnya hidup, tumbuh serta berkembang, suasana keharmonisan kedua orang tuanya dan faktor lainnya. Oleh karena itu, adanya pemberian imunisasi dapat diketahui penting ataukah tidak dari berbagai sumber dan kondisi bayi itu sendiri.
Keberadaan Imunisasi
Sebagian besar orang tua memiliki pendapat beragam mengenai pemberian imunisasi pada bayi mereka. Inilah pro kontra imunisasi yang hingga saat ini terus muncul. Masing-masing orang tua senantiasa berupaya maksimal untuk menjadikan bayinya sehat dengan sistem kekebalan tubuh baik.
Pendapat yang berbeda tersebut sesuai dengan keberadaan imunisasi sejak disosialisasikan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Imunisasi termasuk jenis vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh. Sedangkan vaksin berasal dari virus yang dilemahkan. Hal itulah yang menjadikan kondisi bayi juga berbeda ketika diberi imunisasi. Ada bayi yang memiliki kekebalan tubuh baik sehingga pemberian imunisasi tidak menjadi pro kontra orang tuanya. Sebaliknya, banyak juga bayi yang kondisinya semakin melemah karena pemberian imunisasi. Karenanya, sebaiknya orang tua lebih berupaya maksimal dengan pengkondisian kekebalan tubuh bayinya.
Upaya orang tua tersebut diantaranya memperhatikan asupan nutrisi bayi utamanya. Asupan tersebut mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika kurang sehat dan gizi tidak seimbang, maka dapat berpengaruh juga pada kekebalan tubuhnya terhadap serangan penyakit.
Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Imunisasi
Sebaiknya orang tua memperhatikan beberapa hal ketika menyikapi pro kontra imunisasi. Hal-hal tersebut, di antaranya :
- Dokter tidak memberikan jaminan keamanan dan efektifitas vaksin yang diberikan kepada bayi ketika imunisasi.
- Para ahli belum melakukan uji keamanan vaksin yang diberikan ketika imunisasi.
- Menurut para peneliti, vaksin tersebut ada kemungkinan tercemar.
- Adanya efek samping imunisasi dalam jangka panjang bagi tubuh bayi yang tidak kuat dengan diberikan imunisasi.
- Imunisasi dapat menimbulkan penyakit jenis baru dari vaksin di dalamnya.
- Imunisasi belum diketahui dapat melindungi tubuh bayi dari penyakit menular.
Semoga para orang tua lebih bijaksana menyikapi hal-hal berkaitan dengan imunisasi. Prinsip utamanya yaitu pemberian asupan gizi yang tepat sangat dibutuhkan bayi di masa pertumbuhan dan perkembangannya.

