Menanti-nanti Bayi yang Tidak Kunjung Lahir

Pada umumnya seorang bayi diharapkan lahir setelah berada di perut ibunya selama 40 minggu.  Sudah menjadi rahasia umum,  setelah kandungan berumur 7 bulan, segeralah ibu hamil bergegas ke toko pakaian dan perlengkapan bayi untuk memborong aneka barang dan baju bayi yang lucu-lucu.  Belum lagi sebuah kamar di rumah disulap menjadi ruangan seperti di cerita dongeng dengan paduan desain dinding dan mebel bayi yang dipadu padankan.

Makin mendekati 40 minggu, ibu hamil dan pasangan akan harap-harap senang apalagi jika bayi yang ditunggu-tunggu adalah anak pertama.  Tetapi setelah tanggal yang telah diberi bulatan merah tua tiba, mengapa tanda-tanda bayi akan lahir tidak ada ataupun tidak terasa ya?

Penyebab Bayi Belum Lahir Setelah Lewat 40 Minggu

  1. Apakah perkiraan tanggal persalinan akurat?  Penolong persalinan akan yakin dengan tanggal perkiraan jika perkembangan fisik janin  sesuai dengan umur kehamilan seperti waktu kapan gerakan janin mulai dirasakan ibu, ukuran janin, kapan denyut nadi bisa dideteksi, ketinggian bagian atas rahim.  Pemeriksaan ultrasonografi dapat menunjang keyakinan ini
  2. Apakah janin terus hidup dan berkembang?  Ada yang masih terus tumbuh sampai bulan ke sepuluh sehingga ukuran bayi jadi lebih besar daripada ukuran bayi yang umum

Tindakan Penolong Persalinan Jika Telah Lewat 40 Minggu

  1. Bila leher rahim belum matang dimana kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik,  maka akan diberi obat agar menjadi matang sebelum dilakukan induksi
  2. Bila leher rahim belum matang tetapi terdapat komplikasi diabetes, tekanan darah tinggi yang kronis atau akibat kehamilan, pertumbuhan janin terganggu, terganggunya fungsi plasenta ataupun sudah terjadi perubahan warna janin menjadi kehijauan, maka persalinan dengan induksi atau bahkan dengan bedah caesar akan dilakukan
  3. Bila leher rahim sudah matang atau melunak, tindakan induksi dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim dan pembukaan jalan lahir

Kondisi Bayi Terlambat Lahir

Jika janin dibiarkan melewati saat paling lambat untuk dilahirkan, janin akan hidup di lingkungan rahim yang mulai tidak ideal.  Plasenta yang sudah tua yang kurang dapat memberikan cukup gizi dan oksigen pada janin.  Cairan dalam rahim juga berkurang yang dapat menimbulkan kesulitan untuk janin bertahan hidup.

Jika janin dalam keadaan selamat saat ditolong proses kelahirannya,  bayi akan lahir dalam kondisi paska matang.  Badannya kurus.  Minyak pada lapisan luar kulitnya banyak yang sudah hilang sehingga kulitnya kering, pecah-pecah, mengelupas dan keriput.  Kukunya dan rambut lebih panjang serta matanya telah terbuka dan sudah bereaksi. Bisa jadi mereka lahir dengan warna kehijauan ataupun kekuningan.  Biasanya mereka dibantu dengan persalinan bedah caesar apalagi ukuran kepala mereka lebih besar daripada bayi normal dan urgensi untuk segera dilahirkan juga sangat tinggi akibat kekurangan gizi dan oksigen.

Setelah dilahirkan, perawatan intensif perlu dilakukan pada bayi-bayi paska matang untuk beberapa lama.  Tetapi setelah waktu perawatan yang cukup, mereka akan tumbuh seperti bayi-bayi yang dilahirkan tepat waktu ataupun tidak terlambat.

Melihat resiko kelahiran bayi yang terlambat, diperlukan pengaturan intensitas waktu konsultasi ke penolong kelahiran  Dari sebulan sekali, lalu dua minggu sekali dan makin mendekati hari H menjadi seminggu sekali.  Ibu hamil juga harus peka untuk merasakan perubahan-perubahan misalnya janin jadi jarang bergerak.  Tidak sedikit kelahiran dilakukan lebih cepat dari seharusnya karena janin jarang bergerak karena jantung berdetak lemah akibat kurangnya asupan oksigen.  Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan kualitas plasenta.

Sumber :

  1. Eisenberg, A. et al.  1996.  Kehamilan : Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan.  Arcan.  Jakarta.
  2. Hasil konsultasi penulis dengan dokter ahli kandungan