
Musik adalah bahasa universal, begitu yang sering didengar. Melalui musik, komunikasi bisa terjalin antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain, walaupun sama-sama tidak mengerti bahasa yang digunakan. Hal ini disebabkan karena musik bisa dinikmati dan dimengerti melalui hati dan jiwa. Oleh karenanya, tidak mengherankan apabila komunikasi pertama antara orangtua dengan janin atau dengan anak balitanya akan mudah terjalin lewat musik. Seperti halnya ketika orangtua hendak menina-bobokan anak balitanya, mengajak anak bermain, atau sekedar mengajak anak berjalan-jalan disekitar komplek perumahan. Begitu besarnya manfaat musik bagi petumbuhan dan perkembangan balita, ada baiknya jika orangtua mulai memperkenalkan musik pada anak balita sedini mungkin.
Memperkenalkan musik pada anak balita, manfaat dan keuntungan.
Berdasarkan jurnal penelitian yang pernah dipublikasikan kepada masyarakat tentang pengaruh musik pada janin dan bayi, berikut ini akan disajikan manfaat dan keuntungan memperkenalkan musik pada anak balita sedini mungkin, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
- Mencerdaskan
Dengan mendengarkan musik, sinapsis antar syaraf otak pada anak/balita akan makin banyak, sehingga kemampuan intelegensia anak akan makin berkembang. Bahkan menurut penelitian terakhir, tidak hanya intelegensia kecerdasan yang berkembang, namun juga intelegensi spasial. Intelegensi spasial adalah kecerdasan ruang, sehingga anak mampu meginterpretasikan persoalan dimensi ruang. - Empati.
Jenis musik tertentu seperti musik klasik akan mampu melatih dan mengembangkan perasaan, emosi dan empati anak terhadap suatu permasalahan. - Kognitif dan motorik.
Kemampuan kognitif dan motorik anak akan berjalan seimbang. Hal ini disebabkan dalam bermusik, diperlukan keseimbangan otak kanan dan otak kiri. - Kreatifitas dan keberanian.
Kreatifitas dan keberanian anak akan terlatih ketika bermusik, apalagi jika anak didorong untuk meng-aransemen ulang sebuah lagu dan mempertunjukkannya di depan teman-temannya.

