Manfaat Mainan Puzzle Bagi Anak Usia 2 tahun

Pada periode tiga tahun pertama kehidupan anak, adalah periode dimana otaknya berkembang sangat pesat. Sebuah penelitian menjelaskan, kerja otak anak pada masa tiga tahun pertama ini jauh lebih baik daripada orang jenius sekalipun. Untuk itu batita memerlukan rangsangan yang positif dan tepat agar perkembangan otaknya bisa optimal. Salah satu rangsangan ini bisa datang dari mainan yang bersifat edukatif dan dapat mendukung kemampuan kognitif anak, misalnya mainan puzzle.

Puzzle adalah permainan yang menarik bagi anak karena pada dasarnya anak menyukai warna dan bentuk. Namun, bermain puzzle membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Karenanya puzzle sangat tepat bagi batita yang lebih suka tantangan mental dan memiliki kesabaran untuk mencoba mencocokkan semua bentuk. Perkenalkanlah puzzle pada usia 10 bulan dengan bentuk yang sederhana dan hanya terdiri dari 1 keping saja, misalnya bentuk ikan. Ajari dan dorong anak agar bisa memasukkan kepingan puzzle sesuai bentuk ikannya.

Semakin besar usia anak dan semakin meningkat kemampuannya, berikan puzzle dengan potongan lebih banyak (2, 3, 4, dst) dan dengan bentuk yang lebih rumit. Namun pilihlah potongan puzzle yang cukup besar untuk menghindari risiko tertelan oleh anak.

Mainan Puzzle dapat membantu anak-anak membangun keterampilan inti yang akan mereka butuhkan untuk membaca, menulis, memecahkan masalah, dan mengkoordinasikan pikiran dan tindakan -semua yang akan mereka gunakan di sekolah dan ke depannya.

Anak yang terbiasa bermain puzzle sejak kecil umumnya akan tumbuh menjadi anak yang bersikap tenang, sabar, dan tekun dalam menyelesaikan sesuatu. Sebab, puzzle melatih anak untuk berkonsentrasi dan belajar memecahkan masalah (problem-solving) sehingga meningkatkan keterampilan kognitifnya. Puzzle juga melatih koordinasi tangan dan mata anak saat ia berusaha mencocokkan berbagai potongan dan bentuk yang ada.

Dampingilah anak saat bermain puzzle, terutama jika anak Anda memiliki toleransi yang rendah terhadap rasa frustrasi. Kegagalan mencocokkan potongan puzzle bisa membuatnya kesal. Biarkan ia mencobanya sendiri lebih dahulu. Jika tanda-tanda frustrasi muncul, beri pertolongan dengan menunjukkan potongan puzzle sambil menjelaskan cara mencocokkan yang benar.