Kenali Gejala Pre Eklampsi

Gejala Pre Eklampsi adalah gejala-gejala yang sering timbul saat masa pertengahan kehamilan namun tidak menutup kemungkinan dapat pula ditemukan pada awal kehamilan. Gejala-gejala tersebut adalah jenis gejala yang harus diwaspadai karena jika tidak ditangani dengan baik maka akan timbul gejala-gejala berikutnya yaitu gejala eklampsi yang terjadi akibat Pre Eklampsi tidak tertangani dengan baik. Pertanyaan adalah apakah Pre Eklampsi itu? Penyakit ini cukup sering ditemui pada ibu hamil walaupun tidak ada jawaban pasti mengenai penyebab utama timbulnya penyakit ini namun para ibu hamil yang mengalami kurang gizi dan kegemukan memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit ini. Namun bukan berarti pada kondisi cukup gizi dan tidak kegemukan, seorang ibu hamil akan terbebas sepenuhnya oleh penyakit ini.

Gejala Pre Eklampsi Umum

Adapun Gejala Pre Eklampsi umum yang sering ditemui adalah terjadinya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, terutama pada bagian-bagian yang tidak biasa seperti pada wajah dan pada jari-jari tangan. Selain itu tekanan darah juga akan ikut naik, jika seorang wanita sebelumnya tidak memiliki sejarah penyakit darah tinggi dan pada saat hamil tiba-tiba tekanan darahnya menjadi lebih tinggi maka harus diwaspadai mengenai penyakit Pre Eklampsi ini. Ketika tekanan darah naik ada satu lagi gejala yang sering ditemui yaitu tingginya kadar protein pada urine. Jika ketiga gejala umum tersebut ditemukan ada baiknya untuk menghubungi dokter segera untuk penanganan lebih lanjut.

Akibat dari Kelalaian Penanganan terhadap Gejala Pre Eklampsi

Seperti yang telah disebutkan sedikit di atas yaitu Pre Eklampsi yang tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut menjadi eklampsi yang akibatnya bisa lebih fatal yang dapat pula menyebabkan kejang-kejang, koma bahkan kematian. Lalu apakah ada efek langsung terhadap janin atau bayi? Jawabannya ada. Karena adanya gangguan peredaran darah pada plasenta maka kebanyakan bayi yang dilahirkan dari seorang ibu yang mengalami pre kelampsi cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil dan di kasus yang lebih parah, bayi bisa mengalami gangguan pendengaran juga gangguan secara mental seperti lambat belajar dan epilepsy.

Oleh karena itu, jika Pre Eklampsi dapat dicegah sejak awal, seorang ibu tidak perlu mengalami eklampsi karena tidak hanya berbahaya bagi ibu hamil namun juga dapat berdampak kepada bayi yang baru dilahirkan. Di beberapa kasus, seorang ibu harus ‘dipaksa’ melahirkan karena penyakit eklampsi sehingga bayi harus dilahirkan secara premature. Sejak hari ini, sebelum terlambat, kenalilah Gejala Pre Eklampsi.