
Disiplin merupakan salah satu pola pengasuhan anak yang idealnya memang ditanamkan pada anak semenjak dini. Penerapan disiplin dapat dimulai dari orangtua sebagai pemberi contoh dan diharapkan anak mengikuti apa yang sudah dicontohkan orangtua. Oleh karenanya konsistensi orangtua terhadap penerapan disiplin tetap harus diperhatikan. Namun demikian, penerapan disiplin yang terlalu keras juga tidak baik bagi perkembangan psikologis dan emosional anak. Apa saja jenis dan macam efek penanaman disiplin yang terlalu keras pada anak?
Jenis dan macam
Berikut ini beberapa jenis dan macam efek penanaman disiplin yang terlalu keras pada anak sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
- Depresi. Depresi atau perasaan mudah tertekan bisa saja terjadi pada anak. Anak akan merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan untuk melakukan hal yang dianggap menyenangkan baginya.
- Mudah marah. Perasaan depresi atau tertekan yang dibiarkan berlarut-larut dan berkepanjangan dapat menyebabkan anak memiliki sifat yang mudah tersinggung ataupun mudah marah.
- Melamun. Tidak setiap anak akan memiliki reaksi yang sama akibat depresi. Beberapa akan memiliki sifat pemarah dan mudah tersinggung sedangkan beberapa anak yang lain cenderung lebih senang melamun.
- Egois. Keberhasilan anak dalam mencapai prestasi memang sebagian besar berasal dari penerapan disiplin yang keras. Pola pikir yang sudah terbentuk dan tertanam ini akan memicu anak memiliki sifat egois dan enggan menolong teman lain karena beranggapan bahwa dengan kerja keras, segala permasalahan akan dapat diselesaikan tanpa bantuan orang lain.
- Cuek dan masa bodoh. Sikap cuek dan masa bodoh pada anak disebabkan oleh hilangnya rasa empati atau perasaan ikut mengalami penderitaan dan kesusahan orang lain di sekitarnya.
Demikianlah beberapa jenis dan macam efek penanaman disiplin yang terlalu keras pada anak. Tidak ada salahnya sesekali membiarkan anak melakukan apapun yang dikehendakinya asalkan dalam batas kewajaran yang masih bisa ditoleransi. Namun demikian, orangtua hendaknya tetap memberikan pengawasan agar kebebasan yang diberikan tidak disalahgunakan untuk tujuan yang mungkin kurang berguna atau bahkan bisa merugikan anak kelak dikemudian hari. Semoga bermanfaat.

