
Usia 5-12 tahun merupakan usia yang tanggung bagi seorang anak. Anak memang sudah lepas dari masa balita, namun juga tidak bisa dikatakan sebagai anak kecil lagi. Pada usia ini anak akan mengembangkan kemampuan kognitif dan motorik yang sudah dimiliki ketika berusia balita. Do’s dan don’ts dalam pendidikan karakter anak usia ini sebaiknya diperhatikan dengan benar oleh orangtua. Apa saja yang harus dilakukan dan dilarang dalam tahap perkembangan ini?
Apa saja yang perlu?
Berikut ini beberapa hal mengenai do’s dan don’ts dalam pendidikan karakter anak yang seharusnya diperhatikan orangtua sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
- Overprotektif. Sikap overprotektif atau terlalu melindungi dan memberi bantuan berlebih pada anak walaupun
anak sudah mampu melaksanakan tugasnya, justru akan menyebabkan anak menjadi manja, kurang bertanggung jawab, mudah menyerah dan mudah tergantung pada orang lain atau kurang mandiri. - Terlalu mengekang. Terlalu keras dalam memberikan hukuman ketika anak melanggar disiplin serta menanamkan kedisiplinan yang terlalu keras dan ketat akan menyebabkan anak bersifat impulsif, nakal serta agresif.
- Overtolerance. Sikap orangtua yang senantiasa memberikan sesuatu yang diminta anak dan membiarkan anak berperilaku semaunya di rumah dapat memicu anak untuk bersikap tidak patuh, membangkang, otoriter, teledor serta agresif. Dengan terlalu memberikan kebebasan pada anak justru akan menyebabkan anak tidak memiliki rasa tanggung jawab.
- Acceptance. Memberikan perhatian dan cinta kasih yang tulus, mengembangkan hubungan yang yang hangat, menghargai setiap pendapat anak serta berkomunikasi dengan baik dan terbuka merupakan hal yang harus dilakukan orangtua. Dengan mengembangkan sifat ini anak akan memiliki sifat realistis, memahami kekuatan dan kelebihan serta kekurangannya. Memiliki sikap tanggung jawab, jujur dan memiliki perencanaan yang jelas untuk kehidupan dewasanya kelak juga akan terbentuk melalui komunikasi yang hangat serta penempatan posisi anak yang dianggap penting dalam keluarga, sehingga anak akan memiliki perasaan dihargai dan dihormati sebagai makhluk individu.
Serangkaian do’s dan don’ts dalam pendidikan karakter anak sebagaimana disebutkan di atas kiranya bisa dijadikan pertimbangan dalam penerapan pola pendidikan dalam keluarga. Semoga bermanfaat.

