
Diet yang dibolehkan untuk bayi? Pernahkan Anda mendengar kalimat tersebut? Mengapa seorang bayi harus menjalankan diet? Berbagai pertanyaan tersebut dapat kita uraikan satu persatu, bila kita memahami arti diet itu sendiri. Diet pada bayi merupakan suatu upaya untuk mengatur pertumbuhan berat bayi yang berlebihan yang dapat menyebabkan obesitas.
Obesitas atau kegemukan dapat menyebabkan perkembangan motorik bayi terganggu. Hal ini terjadi dikarenakan bayi tidak mampu menggerakkan tubuhnya dengan leluasa. Obesitas juga dapat menimbulkan berbagai penyakit serius pada bayi, sama halnya pada orang dewasa. Contohnya adalah penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi. Meski sebenarnya sebagian besar masyarakat menganggap bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Sebuah persepsi yang perlu sedikit diluruskan.
Kegemukan yang berlebihan pada bayi harus ditanggulangi untuk mencegah munculnya resiko penyakit. Caranya dapat dengan melakukan diet. Diet yang dibolehkan untuk bayi tidaklah seperti pada orang dewasa yang mengurangi porsi makan. Cara seperti ini dapat menyebabkan bayi kekurangan gizi. Hal ini juga berbahaya bagi tumbuh kembang bayi.
Diet yang dibolehkan untuk bayi dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pola makan, bukan melakukan diet yang ketat. Perbaikan pola makan ini dapat dilakukan sebagai berikut:
- Memperbanyak ASI.
- Hindari memberikan makanan-makanan instan.
- Kurangi cemilan-cemilan yang tidak sehat (Misalnya yang berbahan pengawet).
- Sajikan makanan dalam jumlah yang cukup dan masaklah makanan dengan metode rendah lemak.
- Ajak bayi untuk melakukan gerakan-gerakan senam ringan untuk membakar kalorinya.
- Tingkatkan asupan buah dan sayur-sayuran.
- Usahakan agar bayi cukup kenyang hingga mengurangi keinginan mengemil.
Bayi, anak-anak, maupun orang dewasa memang memiliki kecenderung mengemil yang sama saat tubuhnya kurang merasa kenyang. Padahal hal ini cenderung menimbulkan kenaikan berat badan yang kurang terkontrol. Sebenarnya asupan ASI yang banyak sudah untuk melengkapi kebutuhan bayi akan zat gizi yang kurang, tanpa kita harus memberinya makanan selingan yang berlebihan. Kalaupun ingin memberikan makanan selingan pada bayi, usahakan dengan membuatnya sendiri dari bahan segar.

