Ciri Demam pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Menjadi ibu baru dengan bayi yang nampak sangat rentan, tentu membuat para ibu amat sangat khawatir dalam merawatnya, terlebih bila bayi menunjukkan gejala tidak sehat. Demam yang wajar terjadi pada bayi bisa menjadi sesuatu yang membuat para ibu panik. Tentunya hal ini natural dan sebuah tanda kasih ibu. Akan tetapi, kepanikan tadi malah bisa mengganggu aktivitas ibu dan bayi. Oleh karenanya, penting bagi ibu dan keluarga untuk mengetahui ciri demam pada bayi yang perlu diwaspadai.

Demam pada bayi bisa terjadi karena tubuh bayi sedang berjuang melawan infeksi. Biasanya sistem imun bayi akan berjuang melawan infeksi tersebut sehingga dalam hitungan hari, demam itu akan hilang dan bayi akan sehat kembali. Akan tetapi, ada saatnya di mana demam tadi merupakan gejala awal penyakit yang berbahaya bagi bayi, terlebih bila ada gejala lain yang menyertainya.

Bila bayi mengalami demam dengan suhu tubuh 37,5 derajat celcius namun bayi tetap aktif dan nampak baik-baik saja, ibu jangan terlalu panik. Akan tetapi, bila suhu tubuh bayi semakin hari semakin naik hingga di atas 39 derajat celcius dan bayi tampak lemas dan lebih suka tidur-tiduran, ibu harus lebih hati-hati karena ini merupakan salah satu ciri demam pada bayi yang perlu diwaspadai.

Selain suhu tubuh yang tinggi, ibu juga perlu waspada bila bayi mengalami susah bernapas, kejang-kejang yang berlangsung lebih dari 4 menit, demam selama lebih dari 3 hari, serta timbul ruam atau bintil-bintil merah. Bila muncul bintil-bintil yang agak gelap dan tidak memudar warnanya saat ibu menekannya, ibu juga harus mewaspadainya. Bila demam bayi juga disertai muntah darah atau cairan berwarna hijau, serta bayi mengeluarkan kotoran berwarna hitam atau bahkan berdarah, ibu harus segera menghubungi dokter.

Ciri demam pada bayi yang perlu diwaspadai ini perlu diketahui oleh ibu, bukan untuk menambah kepanikan ibu, namun untuk meningkatkan kenyamanan ibu dalam merawat si bayi. Rasa panik yang berlebihan akan mengganggu, namun rasa tak acuh malah bisa membahayakan kesehatan dan nyawa bayi.