Bagaimana Mengasah Imajinasi Anak Dengan Bermain Peran

Imajinasi anak berkembang dengan pesat di usia tertentu dan salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berimajinasinya adalah lewat role play atau bermain peran. Hal ini mungkin bukan hal yang mudah untuk dilakukan, sehingga anda perlu mengetahui secara detil cara mengasah imaginasi anak dengan bermain peran sebelum mulai mempraktekkannya di rumah.

Hal terpenting yang harus anda ingat adalah fakta bahwa anda harus berperan aktif mengawasi dan membimbing mereka dalam bermain peran, apapun bentuk peran yang dipilih nantinya. Mengapa orang tua perlu mengawasi? Menurut para ahli, pengawasan dan bimbingan ini nantinya akan membuat sang anak semakin kreatif dalam mengembangkan bakatnya. Selain itu, orang tua juga bisa membantu mengontrol perkembangan emosi sang buah hati.

Anak-anak adalah aktor alami dan mereka selalu bisa menciptakan petualangan besar yang mereka ciptakan untuk diri mereka sendiri. Pada kenyataannya, anak yang kreatif seringkali tidak memerlukan teman untuk bermain peran. Sebagian dari mereka malah merasa nyaman saat bermain dengan imajinasinya dan berbicara dengan teman-teman lain yang ia ciptakan dalam pikirannya sendiri dan diwujudkan dalam bentuk mainan seperti boneka. Anak seperti ini bahkan bisa mereka-reka cerita dan membuat anda takjub. Jika anda mengalami hal yang sama, bukan berarti tugas anda untuk mengasah imajinasi anak dengan bermain peran telah usai. Pengawasan anda tetap diperlukan.

Dalam role play, lazimnya ada dua jenis peran yaitu makro dan mikro. Peran makro biasanya dimainkan oleh anak itu sendiri sedangkan yang mikro kerapkali “diwakilkan” pada benda yang lainnya. Peran-peran makro bisa berupa dokter, guru, polisi, dsb. Kegiatan ini dapat melatih kemampuan sosial emosionalnya. Selain itu, bermain peran dapat meningkatkan kemampuan kognitif atau daya fikir dan bahkan membantu perkembangan kemampuan berbahasanya.

Rumah boneka contohnya. Dimana anak-anak perempuan bermain peran dengan menirukan perlakuan orangtua kepada keluarga boneka mereka seperti memasak dan memberi makan boneka. Berpura-pura menjadi banyak karakter dari bermain peran sebagai bunda, peran ayah, pengasuh, pembantu rumah tangga atau bahkan tetangga sekitar rumah.

Jaman sekarang, baju-baju kostum berbentuk karakter-karakter yang menarik untuk anak-anak banyak tersedia di toko-toko. Selain lucu untuk dilihat, dengan memakai kostum ini akan memberikan nilai tambah dalam mengasah imajinasi anak dengan bermain peran. Baju berbentuk binatang, baju princess untuk anak perempuan lengkap dengan tiaranya, baju superhero lengkap dengan jubahnya untuk anak laki-laki bisa bermain peran sedang menyelamatkan dunia.

Mengajak anak tetangga untuk ikut bermain adalah ide yang baik, sebab sang anak tidak hanya belajar kreatif, namun juga belajar berkomunikasi dengan orang lain. Selain mengawasi, anda juga bisa turut berperan dalam permainan ini, sehingga anda juga bisa mengajari putra-putri anda untuk memahami dan membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya sebatas khayalan.

Apakah sang ayah juga disarankan ikut bermain peran seperti halnya sang ibu? Ya, sang ayah juga bisa bergabung dalam permainan ini dan justru akan memperkaya cerita yang dipilih. Hal ini akan membuat sang anak semakin kreatif dalam menyerap cerita dan memahami alur serta perannya. Tentu saja, percakapan sederhana yang memberi dorongan positif bisa disisipkan saat bermain peran agar sang anak merasa senang dan makin bersemangat. Kini, anda sudah tau bagaimana mengasah imaginasi anak dengan bermain peran. Silakan mencoba!