Bagaimana Bicara Tentang Pubertas Pada Anak?

Barangkali Anda bertanya-tanya “Bagaimana Bicara Tentang Pubertas Pada Anak?”

Masa pubertas merupakan suatu masa dimana anak sudah beranjak dewasa yang ditandai dari matangnya organ-organ reproduksi anak.  Pada masa ini si anak sedang mencoba untuk melepaskan diri dari orang tua dan lebih banyak bergaul dengan teman-temannya. Umumnya ketika menginjak masa pubertas si anak cenderung malu untuk bertanya tentang sistem reproduksi orang dewasa dan sistem pertumbuhan dan perkembangan manusia. Adanya rasa malu inilah yang kemudian si anak mencari informasi dari teman atau internet yang belum tentu benar.

Di sisi lain, Anda sebagai orang tua dituntut untuk lebih aktif dalam menghadapi masa pubertas anak. Berikan penjelasan mengenai masalah pubertas kepada anak agar ia mendapatkan informasi yang benar dan sesuai dengan usianya. Namun tidak sedikit orang tua yang masih ragu bagaimana bicara tentang pubertas pada anak. Akibatnya orang tua menganggap bahwa masalah seks dan sistem reproduksi orang dewasa adalah hal tabu yang tidak boleh diketahui oleh anak. Ironisnya justru hal inilah yang menambah rasa penasaran anak terhadap seks.

Bagaimana Cara Yang Tepat?

 

Mungkin banyak orang tua yang ragu mengenai cara yang tepat untuk membicarakan masalah pubertas pada anak. Sebenarnya sangat mudah Anda lakukan jika mengetahui langkah-langkah berikut ini.

 

Langkah pertama yaitu dengan cara memposisikan anak seperti sahabat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak sehingga si anak mau mengutarakan ataupun curhat tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya. Dengan begitu anak menjadi tak malu lagi untuk berbicara kepada orang tuanya.

Langkah kedua yaitu ajak anak untuk berbicara tentang pubertas, kemudian jawab pertanyaan anak dengan memberikan penjelasan sesederhana mungkin mengenai rasa penasaran anak terhadap seks. Berikan penjelasan bahwa kelamin mereka adalah milik pribadi mereka yang tidak boleh disentuh oleh siapapun kecuali untuk alasan tertentu seperti pemeriksaan dokter. Hal ini akan membuat anak waspada jika mereka dilecehkan secara seksual oleh orang dewasa lain.

Langkah ketiga yaitu Anda jelaskan tentang identifikasi jenis kelamin beserta peranannya. Ajarkan pula pada anak mengenai cara menghargai diri sendiri dan cara mempunyai standar dalam hidup dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Langkah keempat, berikan kepercayaan kepada anak bahwa ia mampu menjaga martabatnya dan nama baik keluarga dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Dalam hal ini anak juga perlu diberikan batasan-batasan pergaulan termasuk jika si anak berpacaran.

Langkah terakhir jika anak masih mempunyai rasa penasaran tentang seks dengan mencari informasi di internet, maka katakan kepadanya bahwa ini belum saatnya. Kemudian Anda aktifkan parental control untuk menyaring konten-konten yang tidak pantas dikonsumsi anak sehingga anak dapat terhindar dari pemahaman yang salah tentang seks.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu memberikan informasi yang jelas tentang pubertas khususnya masalah seks. Ini penting karena jika anak mendapatkan informasi yang salah tentang seks, justru dapat menjerumuskan masa depannya. Oleh karena itu bagi dibutuhkan kesiapan berbagai hal untuk menghadapi pubertas pada anak.

Demikian artikel seputar bagaimana bicara tentang pubertas pada anak. Semoga dapat memberikan inspirasi bagi Anda yang masih ragu untuk memberikan pendidikan seks kepada anaknya.