Apakah Vitamin Kimiawi Bahaya Untuk Ginjal Anak?

Dunia anak-anak memang sangat menyenangkan. Mereka selalu nampak gembira dan ceria, namun keceriaan tersebut bisa saja memudar ketika anak sakit. Sebagai orang tua, saat ini kita dituntut untuk lebih selektif dalam memilih asupan makanan dan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan buah hati kita. Makanan yang bernutrisi bisa didapatkan dari aneka sayur, buah-buahan, dan susu. Namun apakah semua asupan makanan tersebut sudah memenuhi kebutuhan vitamin anak?

Setiap orang tua pasti ingin melihat anak-anaknya selalu sehat, namun ada satu kondisi yang terkadang membuat orang tua khawatir seperti, saat anak menjadi susah makan, berat badannya tidak naik-naik, terlihat lesu karena habis sakit, terlihat kurang aktif, dan lain sebagainya. Nah, saat itulah para orang tua dihadapkan pada kondisi yang serba sulit antara keinginan memberikan tambahan vitamin dan ketakutan akan kandungan kimiawi yang terdapat dalam vitamin.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, perlukah pemberian tambahan vitamin untuk anak mengingat saat ini banyak beredar vitamin yang terbuat dari bahan kimiawi/sintetis dan apakah vitamin kimiawi bahaya untuk ginjal anak?

Sebenarnya, pemberian vitamin tambahan untuk anak tidak diperlukan lagi asalkan orang tua sudah menerapkan pola makan berimbang karena kebutuhan vitamin dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh sudah tercukupi oleh makanan tersebut. Banyaknya beredar aneka tambahan vitamin di masyarakat seringkali menarik perhatian anak dan juga orang tua, ditambah lagi iklan produk vitamin tersebut seringkali menjanjikan solusi instan.

Mengenai apakah vitamin kimiawi bahaya untuk ginjal anak? Faktanya adalah vitamin tambahan biasanya diproduksi oleh pabrik menggunakan bahan kimiawi/sintetis, sehingga otomatis vitamin tersebut menjadi lebih sulit dicerna oleh tubuh jika dibadingkan dengan buah dan sayuran segar yang kaya akan serat alami. Seperti halnya kandungan vitamin A, D, E, dan K yang tidak bisa larut dalam air sehingga berpotensi menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan racun. Begitupun pada vitamin B dan C yang meskipun mudah larut dalam air, namun jika dikonsumsi berlebihan akan membuat ginjal bekerja ekstra keras yang akhirnya menyebabkan sakit ginjal. Dan perlu diketahui bahwa penggunaan vitamin tambahan juga beresiko terjadi overdosis. Kalaupun, orang tua merasa perlu memberikan vitamin tambahan, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak.