
Menurut salah seorang staff medis yang berdinas di sebuah rumah sakit swasta Jawa Timur, dikatakan bahwa septicaemia merupakan suatu penyakit yang disebabkan banyaknya bakteri yang terdapat pada aliran darah, sehingga menyebabkan darah terkontaminasi atau tercemar. Masih menurut sumber yang sama, dikatakan bahwa bakteri yang mencemari darah ini bisa berasal dari paru-paru, saluran kencing, tulang radang otak dan masih banyak lagi, sedangkan infeksi pasca melahirkan bisa berasal dari tenaga kesehatan yang membantu persalinan, kebersihan peralatan yang digunakan, teknik antiseptik yang digunakan atau dari ibu sendiri. Akibat septicaemia yang terjadi pada proses persalinan ini, maka resiko terjadinya neonatal septicaemia juga makin besar dan bisa terlihat pada bayi yang baru saja dilahirkan hingga berusia 6 minggu pasca kelahiran.
Kiat dan Tips
Berikut beberapa kiat dan tips menangani bayi septicaemia sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
- Pahami gejala. Menurut salah seorang praktisi spesialis kesehatan anak, dikatakan bahwa memahami dengan benar gejala awal serangan septicaema pada bayi akan memperbesar peluang penyembuhannya. Gejala yang tampak pada bayi usia 4-6 minggu antara lain demam hingga lebih dari 38 derajat celcius, detak jantung dan pernapasan yang cepat seperti halnya mirip dengan serangan norovirus, produksi urin menurun serta terdapat bercak perdarahan bintik-bintik merah pada permukaan kulit.
- Kunjungi dokter. Apabila gejala yang dialami semakin memburuk dan diikuti dengan penurunan suhu secara tiba-tiba atau hipotermia serta memuntahkan konsumsi susu yang diberikan, segera lakukan kunjungan ke dokter agar bayi dapat didiagnosa lebih seksama. Orangtua juga hendaknya tetap menjaga asupan cairan tubuh bayi agar bayi tidak segera mengalami syok dan terjadi penurunan tekanan darah yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan tubuh akibat tidak mendapat asupan darah.
- Berharap. Masih menurut sumber yang sama, dikatakan bahwa tindakan pertama yang biasanya dilakukan oleh pihak klinik medis adalah pemberian cairan infus dan pemberian antibiotik yang tepat agar tidak terjadi kerusakan jaringan, terutama kerusakan pada jaringan paru-paru dan ginjal. Keterlambatan penanganan bayi septicaemia dapat berakibat pada kerusakan jaringan vital secara permanen atau bahkan tindakan amputasi agar penyebaran infeksi tidak memicu kematian bayi.
Demikianlah beberapa kiat dan tips menangani bayi septicaemia yang sebaiknya mendapat ekstra perhatian dari orangtua.
Semoga bermanfaat.

