Solusi Penanganan Bayi Kuning

Apa Itu Bayi Kuning?

Bayi kuning atau dalam bahasa medis disebut hiperbilirubinemia merupakan kondisi kulit yang berwarna kuning akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Penanganan Bayi Kuning dilakukan apabila kadar billirubin bayi baru lahir cukup tinggi

Normalnya kulit kuning terjadi pada usia 2-4 hari dan akan hilang dengan sendirinya pada usia 1 hingga 2 minggu dengan kadar billirubin rendah. Namun jika kadar billirubinnya tinggi (di atas 10) maka ini perlu mendapatkan penanganan intensif. Pasalnya mungkin saja hal itu terjadi karena keadaan patologis yang disebabkan adanya penyakit tertentu seperti; hepatitis, toksoplasma, malaria, sifilis, ketidakcocokan golongan darah antara ibu dengan bayinya dan kelainan di saluran empedu.

Bagaimana Penanganan Bayi Kuning ?

Jika bayi Anda menderita gejala bayi kuning, maka segera lakukan tindakan penanganan bayi kuning dengan cara sebagai berikut;

1. Tingkatkan intensitas pemberian ASI
Sebagian ibu-ibu menghentikan pemberian ASI-nya pada penderita bayi kuning. Namun menurut dokter justru seharusnya tidak boleh dihentikan. Sebaliknya, pemberian ASI pada bayi kuning mestinya ditingkatkan yakni antara 10 hingga 12 kali dalam sehari agar kadar billirubin menurun. Sementara, pemberian air putih pada bayi kuning tidak akan mempengaruhi kadar billirubin.

2. Terapi dengan sinar matahari
Matahari memiliki spektrum gelombang 450 hingga 460 nm sehingga mampu memecah billirubin menjadi mudah larut dalam air. Terapi dengan sinar matahari hanya cocok untuk bayi kuning yang mempunyai kadar fisiologis billirubin (normal). Terapi ini biasa dilakukan ibu-ibu ketika pagi hari antara pukul 07.00 hingga pukul 09.00 selama kurang lebih 15 menit. Namun beberapa ahli kurang setuju dengan terapi dengan sinar matahari ini. Pasalnya meletakkan bayi di bawah sinar matahari tidak akan menurunkan kadar billirubin dalam darah. Sebaliknya sinar matahari justru menyebabkan luka bakar pada kulit bayi. Selain itu juga bayi menjadi kedinginan ketika udara masih pagi.

3. Terapi sinar selain pemberian ASI
Penderita bayi kuning juga disarankan untuk menjalani terapi sinar di klinik ataupun di rumah sakit. Terapi sinar menggunakan sinar lampu berspektrum 400 hingga 500 nm ke permukaan kulit bayi. Ketika kulit bayi disinari, maka billirubin dalam tubuh bayi akan dipecah yang nantinya akan larut dalam air kemudian dieksresikan dalam kandung empedu sehingga pada akhirnya dapat dikeluarkan dari dalam tubuh.

4. Transfusi Tukar
Transfusi tukar merupakan tindakan mengganti darah bayi dengan darah donor yang sesuai dengan golongan darah bayi. Biasanya transfusi tukar dilakukan pada penderita bayi kuning dengan kadar billirubin tinggi yaitu >20 mg/dl (umur 2 hari) atau > 25 md/dl (umur >2 hari).

Demikian artikel tentang beberapa penanganan bayi kuning, semoga bermanfaat.