Pengaruh Diskriminasi Pada Anak (usia 5-12 tahun)

Diskriminasi dapat diartikan sebagai memilah-milah atau membedakan yang satu dengan yang lainnya. Diskriminasi pada anak dapat terjadi ketika orang tua memiliki anak lebih dari satu, dan tidak menjaga keadilan atau berbuat pilih kasih di antara anak-anak mereka. Pada anak usia sekolah, masa ini merupakan masa perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat. Jika terdapat perbedaan perlakuan pada anak, maka dapat berpengaruh terutama pada perkembangan mental anak.

Pengaruh diskriminasi pada anak (usia 5-12 tahun) umumnya memberikan efek buruk, baik bagi anak yang lebih diperhatikan, anak yang kurang diperhatikan, serta pada kedua orang tua. Adanya diskriminasi dapat menyebabkan keluarga menjadi kurang harmonis. Pada anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya, ia bisa merasa rendah dan hina, karena selalu merasa ada kekurangan pada dirinya. Bisa jadi anak melakukan perbuatan buruk untuk menarik perhatian orang tuanya. Anak juga dapat memiliki prasangka buruk kepada orang tuanya, dan memunculkan sikap permusuhan dengan orang tuanya.

Sebaliknya, pengaruh diskriminasi pada anak (usia 5-12 tahun) yang mendapat perhatian lebih juga berdampak kurang baik. Anak menjadi manja, merasa paling hebat dibandingkan orang lain, serta memiliki rasa ingin menguasai. Anak yang terbiasa manja umumnya kehilangan kepercayaan diri, ia akan selalu tergantung pada orang lain, dan tidak mampu menghadapi cobaan yang datang dari masyarakat.

Walaupun demikian, seringkali orang tua melakukan diskriminasi untuk tujuan yang baik, misalnya ketika membelikan anak lebih tua pakaian dengan ukuran yang lebih besar karena usianya yang lebih tua. Jika ini yang dilakukan, agar anak tidak merasa diperlakukan tidak adil, orang tua sebaiknya tidak menunjukkan perilaku lahiriah yang bersifat diskriminasi di depan anak-anak. Perlakukan anak secara layak dan adil sesuai dengan porsinya, serta berikan pengertian bahwa apabila orang tua memberlakukan secara berbeda, itu adalah untuk kebaikan. Jika anak mengetahui hal tersebut, maka akan mengurangi pengaruh diskriminasi pada anak (usia 5-12 tahun).