
Senyum dan tawa bayi adalah salah satu tanda proses tumbuh kembang dalam dirinya. Senyum yang muncul pada bayi berusia 0-1 bulan dinamakan dengan neonatal smiling. Senyum ini timbul bahkan di saat mereka tertidur lelap dan berlangsung refleks tanpa ada pengaruh dari faktor luar, dan merupakan salah satu bentuk kontraksi otot wajah.
Neonatal smiling biasanya muncul saat bayi berada pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), atau yang dikenal sebagai fase mimpi, sekaligus fase puncak aktifitas perkembangan syaraf-syaraf tubuh. Bentuk senyum yang muncul adalah, kedua ujung bibir bayi terangkat dan diiringi dengan terangkatnya kedua pipi, yang disebut dengan istilah Duchenne Smile.
Memasuki usia dua bulan, senyum bayi mulai mengandung aspek sosial. Saat itu, penglihatan bayi berangsur-angsur lebih baik, dan dia dapat mengenali sosok ibunya dalam jarak dekat. Ketika melihat sang ibu, dia akan tersenyum, sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi. Bayi juga akan tersenyum saat mendengar sesuatu, seperti musik atau suara orang.
Penglihatan bayi yang semakin baik, serta perkembangan otaknya, adalah kunci utama mengapa bayi tersenyum sendiri. Jika diberi rangsangan berupa suara, bayi akan tersenyum, sebagai indikasi bahwa dia merespon sumber suara.
Pada usia menjelang 4 – 6 bulan, senyum bayi sudah diiringi oleh reaksi yang lebih kompleks, misalnya memalingkan wajah. Pada tahap ini, bayi mulai menampakkan kemampuan mengontrol emosinya, tergantung pada intensitas stimuli yang diterimanya. Jika stimuli berlebihan, kemungkinan bayi tidak mau tersenyum.
Pada usia 9 bulan, bayi sudah sepenuhnya menggunakan senyum sebagai alat untuk menjalin komunikasi sosial dengan sekitarnya. Dia bermain dan tertawa lebih sering, sebagai respon terhadap sekelilingnya. Bayi tersenyum dan tertawa untuk menunjukkan bahwa dia merasa gembira.
Banyak dugaan yang dipercaya sebagai penyebab mengapa bayi tersenyum sendiri. Salah satunya adalah, karena mereka bermimpi indah atau bertemu dengan malaikat. Namun sebenarnya senyum yang muncul pada bulan awal kehidupan bayi adalah gerakan spontan dari otot wajahnya.

