Memilih Botol Susu Yang Aman Untuk Bayi Anda

Memilih botol susu yang aman memerlukan ketelitian dan pemahaman orang tua mengenai ukuran, materi dan kegunaan masing-masing jenis botol susu. Sebenarnya botol susu tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan susu kepada bayi, akan tetapi ada banyak hal lainnya yang perlu dipertimbangkan. Botol susu merupakan salah satu perlengkapan bayi yang tidak dapat dipisahkan, terutama jika bayi mendapatkan ASI tanpa disusui langsung oleh ibunya. Botol susu digunakan untuk memberikan susu formula maupun ASI yang telah diperah. Ada bermacam-macam fungsi dan ukuran botol susu yang dijual di pasaran; agar dapat memilih yang paling tepat bagi bayi anda, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan misalnya material pembuat, ukuran serta kebersihan dari botol susu tersebut.

Faktor Penting Dalam Memilih Botol Susu Bayi

Materi Pembuat Botol Susu

Botol susu sebaiknya terbuat dari materi yang aman bagi bayi misalnya seperti Polypropylene (PP), Polyethylene (PET), High Density Polyethylene (HDPE) atau Polyvinyl Chloride. Jangan gunakan botol susu yang terbuat dari PVC karena itu merupakan jenis plastik untuk makanan yang bersifat sekali pakai dan tidak boleh terkena suhu panas karena dapat mengubah susunan bahan kimia yang terkandung di dalamnya dimana hal tersebut meningkatkan resiko bayi mengalami masalah kesehatan seperti kanker atau penyakit lainnya.

Ukuran Botol

Di pasaran dijual botol susu dengan berbagai ukuran; mulai dari botol ukuran 30-50 ml, 120 ml hingga 240 ml. Sesuaikan ukuran botol dengan kebutuhan bayi akan asupan susu.

Ukuran Dot

Setiap tahapan bayi membutuhkan ukuran dot yang berbeda, sesuai dengan ukuran mulut bayi. Bayi usia 0-3 bulan menggunakan dot ukuran S, bayi usia 4-7 bulan menggunakan dot ukuran M, dan bayi usia 7 bulan ke atas menggunakan dot ukuran L. Ukuran-ukuran tersebut ditentukan oleh ukuran mulut dan daya hisap bayi. Jika ukuran dot yang digunakan tidak sesuai, misalnya terlalu besar, kemungkinan besar bayi dapat tersedak karena susu yang mengalir lebih cepat daripada daya hisap bayi.

Daya Tahan Panas Botol

Pilih botol yang terbuat dari bahan yang tahan panas dan tidak mudah pecah serta tidak beracun. Ini penting agar proses sterilisasi botol mudah dilakukan. Sebenarnya botol yang terbuat dari gelas sangat ideal karena awet dan mudah disterilisasi, namun biasanya terlalu berat untuk dipegang oleh bayi selain itu juga mudah pecah. Oleh karenanya botol plastic lebih disukai karena tahan lama dan mudah dipegang sendiri oleh bayi.

Gambar Pada Botol

Pilih botol yang tidak memiliki terlalu banyak gambar. Gambar-gambar pada botol bayi memang sangat lucu dan membuat botol susu menjadi lebih menarik, namun memiliki resiko terkelupas ketika harus disterilkan dalam air mendidih.

Botol Untuk Bayi Berusia 0-3 Bulan

Pilih botol bayi yang memiliki regulator anti sedak, ini merupakan alat kecil berupa sekat yang berguna sebagai pengatur keluarnya air susu sehingga susu hanya akan keluar jika dihisap. Dengan regulator seperti ini, bayi tidak akan tersedak meski ia tertidur saat menyusu atau jika botolnya terbalik, air susu di dalamnya tidak akan tumpah. Untuk bayi usia 6 bulan ke atas, anda bisa memilih botol susu yang memiliki pegangan di kanan dan kirinya. Jenis botol susu seperti ini memberi kesempatan pada bayi untuk berlatih memegang botolnya sendiri sehingga selain menikmati susu, ia juga dapat melatih kemampuan motoriknya.

Kebersihan Botol Susu

Botol susu bayi harus dibersihkan, baik sebelum maupun setelah digunakan. Botol susu yang kurang terjaga kebersihannya dapat menjadi pintu gerbang terbuka bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh bayi. Cara paling umum yang digunakan untuk membersihkan dan mensterilkan botol susu yaitu dengan cara mencucinya bersih-bersih lalu merebusnya. Cara yang lebih canggih adalah dengan menggunakan alat khusus sterilisasi yang prinsip dasarnya sama yaitu menggunakan air panas untuk membunuh bakteri dan kuman yang terdapat pada botol susu dan dot. Oleh karena air panas akan langsung bereaksi terhadap bahan dasar pembuat botol susu, maka pastikan botol susu terbuat dari Polypropylene (PP), di luar itu, ada kemungkinan zat yang terkandung dalam bahan pembuat botol susu larut dalam air panas. Hal ini juga berlaku untuk dot. Pilih dot yang terbuat dari bahan karet lebih aman daripada yang terbuat dari silicon, selain itu juga kelenturannya membuat bayi menjadi lebih nyaman dalam menghisap. Namun selain harganya lebih mahal, dot yang terbuat dari karet juga tidak awet, mudah rusak dan cepat berjamur.

Lebih Jauh Mengenai Plastik Pembuat Bahan Botol Susu

Mungkin tidak banyak informasi mengenai plastik yang aman untuk digunakan sebagai wadah makanan dan minuman. Beberapa penelitian, botol susu yang terbuat dari plastik tertentu tidak aman bagi bayi jika digunakan dalam jangka panjang. Ketika memilih botol susu, pastikan ada gambar segitiga yang tertera – biasanya di bawah kemasan – dengan nomor tertentu. Gambar segitiga dengan nomor 4 atau 5 adalah yang paling aman digunakan. Segitiga dengan nomor 1 atau 2 juga aman untuk penggunaan sekali pakai. Hindari memilih botol susu yang memiliki gambar segitiga dengan nomor 3, 6 dan 7 karena mengandung bahan dasar pembuatan yang dapat meningkatkan resiko kerusakan sistim syaraf, kerusakan organ tubuh maupun perubahan hormone jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Perhatikan hal ini dengan cermat dalam Memilih Botol Susu Yang Aman bagi bayi anda.