Dampak Perceraian Orangtua Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja

Setiap kasus perceraian yang memiliki dampak negatif bagi anak. Sejauh mana efeknya tergantung dari tingkat usia dan jenis kelaminnya. Anak-anak akan mencari figur. Peran ayah ataupun ibu tidak dapat tergantikan. Maka, ketika ada perceraian, anak-anak akan merasakan dampaknya. Ia akan melihat pencetus perceraian tersebut bagi anak perempuan, ia melihat ayahnya melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada ibunya, maka ia akan merasa, semua lelaki seperti ayahnya. Keras dan tidak lembut terhadap perempuan. Bagi anak laki-laki, ia akan meniru cara ayahnya melakukan KDRT terhadap perempuan atau istrinya kelak jika dewasa.

Dalam kasus perceraian ini, orang tua dapat meminimalisir efek negatifnya bagiĀ  pertumbuhan anak, khususnya pertumbuhan remaja dengan beberapa tips di bawah ini:

  1. Ajak Dialog. Sejak terjadi pertengkaran, ajak anak terlibat dialog. Katakan permasalah yang terjadi dengan bahasa yang mereka pahami. Hindari menutupi permasalahan. Katakan, jika ayah dan ibu sudah tidak dapat bersatu lagi.
  2. Jangan Halangi Hak Anak. Setelah perceraian terjadi. Orang tua tetap memberikan perhatian untuk kegiatan anak. Seperti berkumpul, hadir dalam momen spesialnya,seperti ulang tahun, mengambil rapor, liburan, dan lainnya.
  3. Tepat Janji. Usahakan memenuhi janji. Jika Anda menjanjikan untuk bertemu, maka hadiri pertemuan itu. Kehadiran Anda memberikan ruang kepercayaan anak bahwa tidak ada bekas ayah atau bekas ibu usai perpisahan.
  4. Memotivasi Anak. Anak telah menderita dengan adanya perceraian. Hindari pertentangan saling menjatuhkan antara ayah dan ibu. Jangan memberi opsi untuk memilih kebaikan dan keburukan orang tua. Sebaiknya, berikan motivasi kepada anak untuk lebih berkarya. Bagi usia remaja, arahkan untuk mencari pasangan yang baik. Tidak semua laki-laki seperti ayahnya atau tidak semua perempuan seperti ibunya yang terjerat kasus perceraian.
  5. Ajak Pihak Ketiga. Jika diperlukan, ajak keluarga terdekat untuk membantu membimbing anak kita dalam menerima kasus perceraian, seperti kakek, nenek, paman, bibi, tante atau guru.

Itulah sedikit ulasan mengenai dampak perceraian orangtua bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, semoga bermanfaat.