Apakah Bayi Anda Sering Ngiler

Bayi Anda sering ngiler? Itulah pertanyaan yang dapat diajukan kepada beberapa ibu baru memiliki bayi atau ibu lainnya. Ngiler sering dikenal dengan adanya tanda-tanda keluarnya air liur. Air liur tersebut sering keluar dari mulut. Sebenarnya hal ini juga sering terjadi pada orang dewasa. Namun demikian, antara bayi dan orang dewasa memiliki perbedaan. Bayi hanya memiliki respon menghisap maupun menelan. Bayi belum mengerti akan selera makanan. Lalu, apakah penyebabnya? Mari kita simak beberapa ulasan berikut ini.

Penyebab Bayi Anda Sering Ngiler

Seorang ibu baru biasanya khawatir jika air liur bayinya sering keluar. Mereka sering bertanya tentang hal ini, apakah bayi Anda sering ngiler? Sebagian besar ibu yang sudah mempunyai pengalaman, menanggapinya mudah begitu pula bidan maupun dokter kandungan. Berikut ini penyebab ngiler pada bayi, antara lain.

  • Bayi memiliki tahapan suka menggigit semua hal yang ada di sekitarnya. Semakin banyak ia menggigit, maka air liur bayi makin banyak keluar.
  • Jika bayi mengalami sakit flu ataupun sulit bernafas melalui hidung, biasanya mereka tidur dengan mulut terbuka. Hal inilah yang bisa juga menyebabkan air liur bayi keluar dan menetes.
  • Ketika bayi mulai tumbuh gigi, maka produksi air liur bayi juga dapat berlebih.
  • Ketika bayi sedang sakit radang. Hal ini mengakibatkan susah atau sakit bayi saat menelan air liur atau lainnya.
  • Faktor bawaan sejak lahir.
  • Bayi mengalami gangguan saraf pusat. Akibatnya, respon menelan air liur terganggu.

Cara Mengatasi Bayi Ngiler

Setelah memahami beberapa penyebab terjadinya ngiler pada bayi untuk menjawab pertanyaan apakah bayi Anda sering ngiler?, maka hal selanjutnya kita mengetahui bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengatasi ngiler pada bayi tersebut. Adapun cara mengatasinya, antara lain.

  • Hendaknya menyeka air liur secara lembut dengan air hangat dan menepuk pelan (jangan menggosok) bayi. Hal tersebut memiliki tujuan untuk mencegah iritasi kulit.
  • Membantu bayi dengan mengembangkan kemampuan menelan. Adapun contoh kemampuan menelan tersebut, antara lain dengan mengajari anak menyeruput air melalui sedotan.
  • Menempatkan celemek makan di bawah dagu sebelum ia tidur. Tujuannya adalah untuk menyerap air liurnya.
  • Seandainya kebiasaan tersebut tidak juga hilang hingga usia 4 tahun, maka silakan berkonsultasi dengan dokter. Tujuannya yaitu untuk mengetahui lebih pasti penyebabnya.

Semoga bermanfaat bagi para pembaca!