Aktivitas Untuk Membantu Perkembangan Otak Bayi

Akan sangat baik jika orangtua memahami apa saja aktivitas untuk membantu perkembangan otak bayi. Bagi hampir setiap orang tua, anak merupakan harta yang paling bernilai ketimbang harta benda lainnya. Ketika mereka dilahirkan ke dunia ini, orang – orang di sekelilingnya akan merasakan kebahagiaan yang tiada terkira. Lebih bahagia ketimbang saat memperoleh pekerjaan, hadiah, bahkan sejenak mampu melupakan penderitaan yang tengah dialami orangtuanya.

Begitu besarnya anugerah yang dikarunikan Tuhan kepada orangtua tatkala dirinya diberi titipan anak dalam hidupnya. Maka tak salah bila banyak yang menyebutkan bahwa anak adalah permata hidup. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Banyak orangtua yang sudah memberikan pengetahuan ringan sejak kecil, bahkan ketika masih berada dalam kandungan. Namun hal tersebut memerlukan langkah – langkah khusus agar semuanya berjalan dengan sempurna. Kecerdasan anak dapat kita tuntun sejak usianya masih beberapa minggu, hingga pada akhirnya mulai menirukan apa saja yang kita ucapkan atau lakukan.

Berikut ini merupakan beberapa aktivitas yang dapat membantu perkembangan otak bayi agar tumbuh dengan optimal :

1. Aktifitas pada periode usia 0 – 3 bulan.

Pada awal periode saat bayi baru menginjak usia beberapa minggu, sejak si kecil mulai melakukan beberapa pergerakan sederhana, cobalah untuk merangsang indera penglihatannya dengan memberikan tatapan lembut penuh kasih sayang disertai senyuman. Kecuplah keningnya, matanya, bibir mungilnya sebagai tanda perhatian terhadap si kecil. Hal itu akan mempengaruhi tingkat perkembangan otak bayi Anda sejak dini, dimana stimulasi tersebut akan membantu si kecil mengenal sensasi getaran. Maka pada usia antara 6 – 8 minggu, bayi Anda akan memberikan respon senyuman seperti yang sebelumnya sudah Anda berikan. Otaknya juga akan mulai belajar mengenal raut wajah orang – orang di sekelilingnya, ekspresinya, serta suara – suara yang terdengar di sekitarnya. Pada tahap berikutnya, bayi Anda akan mulai mengalami perubahan ukuran pada otaknya yang meningkat pesat menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.

2. Aktifitas pada periode usia 3 – 6 bulan.

Menginjak usia 3 bulan ke atas, bayi biasanya mulai belajar menjalani rutinitas seperti halnya bangun tidur, makan, ataupun bergerak ringan. Anda bisa mengajaknya bermain sambil belajar memperkenalkan sesuatu seperti menyebut nama binatang yang melintas di depannya, atau memberinya mainan yang tidak membahayakan dirinya. Selain itu, Anda juga mulai bisa mengajaknya berbicara, memperkenalkan hal – hal kecil seperti anggota tubuh misalnya. Dengan begitu, maka si kecil akan mulai belajar mengenal segala hal yang dilihatnya, dan belajar mengucapkan kata – kata yang Anda ajarkan kepadanya. Namun bersabarlah apabila buah hati Anda masih belum mampu mengucapkan kata – kata yang Anda ajarkan. Mengenai hal ini, setiap anak biasanya memiliki kemampuan dan kecepatan yang berbeda dalam menangkap sesuatu yang diajarkan. Anda tidak perlu risau mengenai hal ini, sebab kemungkinan si kecil tengah menjalani proses peningkatan daya tangkap yang lebih baik.

3. Aktifitas Pada Periode Usia 6 – 9 bulan.

Aktivitas untuk membantu perkembangan otak bayi pada usia 6 hingga 9 bulan biasanya mulai sangat menyenangkan. Anda akan memperoleh “teman” baru dalam beraktivitas di rumah. Biasanya si kecil akan mulai belajar merangkak, dan tertawa lucu yang akan membuat Anda merasa betah berlama – lama dengannya. Anda bisa bermain “sembunyi benda” pada tahap ini. Mainan kegemaran si kecil bisa Anda sembunyikan di balik badan Anda, dan tanyakan padanya dimana boneka kesayangannya berada. Biasanya si kecil mulai mengerti bahwa barang kesayangannya tersembunyi di suatu tempat, dan akan mencarinya sambil merangkak. Suatu episode yang akan membuat Anda tertawa dan merasa gemas akan tingkah polah si buah hati. Atau Anda juga bisa mengajaknya bermain “cilukba” untuk membuatnya tertawa senang.

4. Aktifitas Pada Periode Usia 9 – 12 bulan.

Dalam tahap memasuki usia satu tahun, seorang anak akan mengalami peningkatan dalam hal pergerakan yang semakin lincah. Selain, mereka juga mulai aktif mengenal lingkungan di sekitarnya. Ia akan semakin aktif dalam bergerak, berceloteh, serta mengerti saat Anda mengajaknya bercanda. Bahkan terkadang dapat memahami ketika orangtuanya melarang dirinya untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukannya. Si kecil juga mulai mencoba menarik perhatian orang – orang di sekelilingnya dengan meminta atau mengambil barang – barang yang menarik perhatiannya. Ia juga mulai pandai meniru suara yang biasa Anda ucapkan padanya, seperti ketika menyebut kata “mama” atau “papa”. Dengan menjalani beberapa contoh aktivitas untuk membantu perkembangan otak bayi seperti hal di atas, maka Anda secara tidak langsung telah membantu si kecil membentuk pola pikir dan daya tangkapnya, sebagai bekal untuk menghadapi “tantangan” di usia berikutnya.