Air Jeruk Mengatasi Obesitas Pada Bayi

Air jeruk sejak lama digunakan untuk mencegah penggumpalan darah dalam pembuluh dan untuk mencegah kegemukan. Jus jeruk segar juga direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics untuk diberikan pada para siswa, untuk mengurangi kasus obesitas pada anak-anak di Amerika Serikat. Pemberian jeruk segar lebih disarankan karena mengandung lebih banyak serat daripada jus.

Namun menggunakan air jeruk untuk mengatasi obesitas pada bayi, berbahayakah? Banyak ahli menyarankan agar orangtua sebaiknya menunggu hingga usia bayi mencapai usia 12 bulan sebelum diberi air jeruk atau makanan asam lainnya. Lambung dan kulit bayi masih sangat dan sensitif, dan bayi bisa terkena sakit perut atau iritasi pada kulit jika terkena makanan yang mengandung asam.

Mengatasi obesitas pada bayi lebih efektif dilakukan melalui pemberian ASI dan mengubah pola makan ibu. Sebelum memiliki bayi, sang ibu diharapkan sudah menjaga pola makannya dengan selalu makan makanan sehat dan segar. Jaga berat badan agar selalu seimbang, karena ibu yang mengalami obesitas cenderung memiliki anak yang kelebihan berat badan juga. Banyak penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI tidak akan mudah terkena obesitas. Menyusui juga membantu sang ibu mengontrol berat badan. Lemak dalam ASI juga mudah dicerna, sehingga tubuh bayi tidak akan menyimpan terlalu banyak kelebihan lemak.

Saat anak mulai diberi makanan padat, upayakan makanannya terbuat dari bahan segar tanpa pengawet. Hindari makan junkfood di depan anak, karena anak akan meniru. Sediakan buah dan sayur segar setiap saat di rumah, agar anak terbiasa melihat orangtuanya makan makanan sehat. Kurangi cemilan tidak sehat seperti gorengan, minuman soda, cemilan yang terlalu asin atau terlalu manis. Lalu bagaimana dengan air jeruk? Air jeruk untuk mengatasi obesitas pada bayi tidak disarankan untuk bayi di bawah usia 12 bulan. Lebih baik menunggu hingga bayi cukup besar dan sudah makan makanan padat yang bervariasi. Berilah air jeruk segar yang manis, untuk mengurangi resiko iritasi pada lambung.