Vitamin untuk Penambah Nafsu Makan Balita

Vitamin penambah nafsu makan apa yang pas untuk balita? Biasanya pertanyaan seperti ini menghantui para ibu yang balitanya sulit makan. Ibu akan bertanya kesana kemari untuk menanyakan jenis vitamin yang digunakan oleh ibu lainnya. Apalagi jika si anak tetangga atau sahabat terlihat gemuk dan sehat. Hal yang menyebabkan ibu resah ketika si anak tidak diberi vitamin adalah kekhawatiran balitanya akan mengalami kekurangan gizi. Ketakutan biasanya semakin menjadi jika secara kasat mata berat badan balitanya tak juga kunjung bertambah atau justru kiloannya semakin berkurang. Bertambahlah keresahan sang ibu!

Namun, sebelum memutuskan untuk mencekokkan berbagai macam vitamin ke balita Anda, baik untuk mencari informasi sebanyak-sebanyaknya menyangkut vitamin penambah nafsu makan. Bahkan, seorang dokter pun biasanya tidak akan dengan mudah memberikan vitamin bagi balita. Pasalnya, pemberian vitamin tertentu, terutama A, D, E, dan K yang tak larut dalam air, malah cenderung menimbulkan penimbunan vitamin tersebut pada tubuh. Dokter hanya akan memberikan vitamin bagi anak balita ketika pola makan balita itu tak bagus, sedang sakit atau baru sembuh dari sakit, atau berat badan balitanya terlalu rendah yang tidak sesuai dengan usianya.

Selain itu, sebenarnya tak ada vitamin yang betul-betul dapat menambah nafsu makan. Tambahan vitamin semestinya dimaksudkan dalam konteks menambah asupan gizi anak. Yang perlu diingat, anak yang kurus belum tentu kekurangan vitamin, bisa jadi anak yang kurus karena memang bawaan dari orang tuanya atau karena anak terlalu aktif bergerak sehingga terjadi peluruhan lemak secara terus menerus.

Penggunaan vitamin selain bisa menimbulkan penimbunan yang telah disebutkan tadi, kelebihan vitamin juga akan mengakibat banyak efek samping. Misalnya, kelebihan vitamin A akan mengakibatkan kepala pusing-pusing. Kelebihan vitamin C dapat menimbulkan batu pada ginjal, selain iritasi pada lambung. Bahkan, anak balita bisa memiliki ketergantungan pada vitamin C jika mendapatkan asupan vitamin C yang berlebihan.

Jadi, sebelum memberikan vitamin bagi penambah nafsu makan, cermati terlebih dahulu anak balita Anda. Terlebih, jika pemberian vitamin memang dimaksudkan untuk menambah kekurangan vitamin tertentu pada anak balita Anda.

Kekurangan vitamin tak bisa digeneralisasi, harus dilihat kasus per kasus. Radang tenggorokan, misalnya, sering dialami oleh anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A. Untuk bayi yang masih mengonsumsi ASI, mengusahakan agar gizi dan asupan vitamin pada sang ibu baik sudah cukup. Sebisa mungkin upayakan cara selain mencari vitamin untuk menambah nafsu makan balita Anda.

Bisa saja cara Anda mengemas makanan dan merayu balita Anda untuk makan selama ini saja yang belum pas. Sebelum memutuskan memberinya vitamin, Anda bisa coba lebih kreatif menyajikan makan untuk balita Anda. Selamat mencoba…