Vitamin untuk Anak yang Susah Makan

Multivitamin untuk Anak Susah Makan, Perlukah?

Gemas karena anak Anda susah makan? Anda boleh khawatir tetapi tidak semestinya untuk lantas menjadi panik. Sekitar 30 persen dari jumlah anak yang ada di dunia ini mengalami gangguan pada pola makan. Gangguan ini kebanyakan terjadi pada anak dengan usia 1 sampai 5 tahun, meski juga tak sedikit terjadi pada anak di atas usia tersebut.

Banyak cara yang coba dilakukan oleh para orang tua demi “memaksa” anak-anaknya makan. Sebagian orang tua masih berusaha dengan sabar dan telaten untuk terus membujuk anaknya untuk makan. Namun, tak sedikit orang tua yang langsung memborong berbagai macam multivitamin atau suplemen untuk dicekokkan kepada anaknya karena gemas apapun yang disajikan tidak membuat anak menjadi mau makan. Harapannya, tentu saja agar anak menjadi mudah makan atau paling tidak tercukupi kebutuhan vitaminnya jika memang masih susah juga untuk dibujuk makan.

 

Jadi, apakah multivitamin perlu untuk anak Anda yang susah makan?

Sebenarnya ketika bicara tentang vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh anak-anak, sumber paling pas untuk hal itu tak ada yang lain kecuali dari makanan. Multivitamin memang memang membantu untuk anak-anak yang memilih-milih makanan atau susah makan, tetapi bagaimanapun konsumsi vitamin dari buah atau sayuran tetap dibutuhkan.

Memang menjadi semacam tantangan bagi orang tua untuk memikirkan keseimbangan asupan vitamin bagi anak dengan tidak lantas langsung lari pada multivitamin. Sebab idealnya, tentu saja anak-anak harus memakan buah-buahan dan sayuran setiap harinya. Sayangnya, dalam kenyataan, banyak anak yang tidak menyukai sayuran. Faktanya juga tidak sedikit anak yang tidak menyukai buah-buahan. Bahkan, tak sedikit pula yang tak menyukai keduanya. Dalam kasus seperti ini, multivitamin memang diperlukan.

Namun, sebisa mungkin sebelum memutuskan untuk memberikan berbagai macam multivitamin, pastikan bahwa cara Anda membujuk anak Anda untuk makan sudahlah tepat. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh dari Jane Wardle dari University College London terhadap 213 ibu yang memiliki anak usia 7-9 tahun, kebanyakan anak susah makan atau memilih-milih makanan adalah karena ibunya terlalu banyak mengatur. Misalnya, mereka harus makan pada jam-jam tertentu, harus mencuci piring sendiri, atau harus mengunyah makanan di mulut berapa kali sebelum ditelan.

Penyebab anak susah makan lainnya, selain gangguan mengunyah dan menelan, adalah karena sang orang tua tak bisa memberi contoh pola makan yang sehat dan tak kreatif dalam mengolah makanan supaya anak tertarik. Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah perlu multivitamin untuk anak Anda yang susah makan adalah tetap ada pada Anda, para orang tua. Satu hal lagi, anak dengan asupan vitamin yang sudah seimbang tak perlu lagi multivitamin!