Tips Puasa Pada Saat Hamil Tua

Anda mungkin sedang mencari-cari tips puasa pada saat hamil tua karena anda sebenarnya kurang yakin apakah akan kuat menahan lapar seharian dalam kondisi berbadan dua. Dalam hal ini, poin utama yang harus diperhatikan adalah menjaga kebugaran agar nantinya juga tidak membahayakan sang jabang bayi di dalam perut. Pada umumnya, ibu hamil berpikir dua kali saat akan berpuasa dengan pertimbangan kondisi yang tidak memungkinkan, diantaranya karena pekerjaan, aktivitas harian yang menguras tenaga serta kondisi kesehatan yang lainnya.

Sahur dan Buka Puasa

Saat sahur, anda harus makan setidaknya dua kali lipat dari porsi anda sebelum hamil. Ini sangat dianjurkan mengingat yang membutuhkan cadangan energi bukan hanya anda, namun juga bayi yang ada di dalam perut. Usahakan untuk menyertakan buah dan sayur sebagai bagian dari menu sahur dan berbuka puasa. Faktanya, mereka yang menyertakan buah dan sayur merasa lebih fit dan bertenaga. Namun harap diingat bahwa mengkonsumsi buah-buahan saat berbuka sebaiknya dilakukan setelah shalat tarawih.

Anjuran lain yang tak kalah pentingnya adalah tentang frekuensi. Usahakan untuk tetap makan 3 kali antara waktu berbuka dan sahur. Anda mungkin akan membayangkan betapa kenyang perut anda nantinya. Jawabnya mungkin saja iya, namun jangan lupa bahwa anda harus berbagi dengan si kecil yang meringkuk di dalam, bukan? Jika memang sedang tidak ingin makan nasi terlalu banyak, selingi dengan makanan lain yang mengandung karbohidrat seperti kentang atau sereal.

Kebiasaan Sehat

Beberapa kebiasaan sehat yang rutin dilakukan juga bisa membantu menjaga kebugaran dan kondisi saat hamil. Biasakan minum air putih yang cukup, terutama jika anda tergolong mudah terserang dehidrasi. Air putih terbukti memiliki banyak manfaat, tak terkecuali untuk ibu hamil karena bisa membantu mencukupi kebutuhan air ketuban untuk proses melahirkan.

Istirahat yang cukup juga sangat penting sebagai bagian dari tips puasa pada saat hamil tua. Anda mungkin menganggap nonton TV sambil tiduran atau bersantai sebagai bentuk istirahat yang menyenangkan, padahal sebenarnya tidak demikian. Istirahat yang benar adalah dengan tidur nyenyak yang cukup, sehingga badan tetap bugar dan bisa beraktivitas dengan baik tanpa hambatan. Bila perlu, imbangi istirahat yang cukup dengan konsumsi vitamin dan suplemen. Pastikan vitamin yang anda konsumsi telah mendapat persetujuan dari dokter atau memang terbukti aman dan sesuai dengan perkembangan janin, sehingga tidak membahayakan kondisi anda dan bayi.

Kebiasaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah olah raga. Untuk ibu hamil, senam bisa menjadi pilihan, tentunya disesuaikan dengan kondisi dan usia kandungan. Jika anda tidak suka olah raga yang monoton di suatu tempat tertentu, anda bisa menyiasatinya dengan jalan kaki disekitar tempat tinggal sambil menunggu datangnya waktu buka puasa. Selain itu, anda juga bisa melakukan olah raga di pagi hari secara rutin setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Keyakinan bahwa anda pasti bisa melalui puasa hingga waktu berbuka tiba juga menjadi faktor penting yang menentukan kelancaran puasa. Oleh karena itu, berusahalah untuk berpikir positif. Percaya atau tidak, keyakinan semacam ini bisa menambah energi anda sehingga puasa yang dijalani tidak akan terasa berat. Demikianlah beberapa tips puasa pada saat hamil tua, semoga dapat menginspirasi anda.