Tips Penyimpanan ASI Perah

Penyimpanan ASI Perah tidak boleh sembarangan. ASI sudah terbukti menjadi sumber nutrisi dan imunitas paling alami dan kuat. Karena itu, sebisa mungkin calon ibu memberikan ASI untuk bayi walaupun sedang bekerja atau jauh dari bayi. Untungnya, ASI bisa disimpan tanpa mengurangi kualitasnya. Dengan begitu, ibu yang bekerja bisa mempersiapkan ASI sebelum bekerja dan menyimpannya untuk dapat dikonsumsi bayi sewaktu-waktu. Tentu saja, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah proses penyimpanan ASI.

Jangka Waktu Penyimpanan ASI

ASI perah yang masih segar dapat disimpan di temperatur ruang selama lebih dari 10 jam karena kolostrum yang terkandung di ASI dapat disimpan sekitar 12 jam. Akan lebih baik jika ASI disimpan pada suhu dingin. Dengan suhu di bawah temperatur ruang, ASI akan dapat bertahan selama 24 jam. Jika ASI sudah disimpan pada suhu ruang dan dipindahkan ke ruangan dengan temperatur rendah, maka tentu saja ASI tidak akan bisa bertahan selama 24 jam. ASI yang masih segar dapat disimpan di lemari pendingin selama 8 hari tanpa mengurangi kualitasnya. Pastikan untuk menyimpannya di freezer, bukan di rak atau pintu. Penyimpanan ASI seperti ini bahkan dapat bertahan selama 3-6 bulan jika disimpan di freezer khusus. ASI yang sudah beku dapat dikeluarkan dan dibiarkan mencair sebelum dikonsumsi. ASI ini akan bertahan selama sekitar 24jam.

Tips Penyimpanan Asi Perah

ASI yang terbaik tentu saja ASI yang diminum bayi langsung dari payudara ibu, tetapi tidak semua ibu mampu memberikan ASI secara langsung. Dengan cara pemerahan dan proses penyimpanan yang baik, maka bayi akan tetap mendapatkan semua manfaat ASI segar tanpa harus meminum langsung dari ibu. Sudah banyak peralatan untuk memerah dan menyimpan ASI di pasaran, jadi para ibu tidak perlu kuatir. Salah satu hal yang perlu diperhatikan tentu saja higienitas alat-alat yang digunakan. Pastikan untuk membersihkan dan mensterilkan peralatan untuk memerah dan menyimpan ASI sebelum dan sesudah digunakan. Sangat disarankan untuk menyimpan ASI dengan takaran sekitar 2 sampai 4 ons untuk menghindari terbuangnya ASI secara berlebihan. Belum ada penelitian tentang keamanan konsumsi ASI yang sudah diminum sebelumnya, maka akan jauh lebih baik jika satu takaran ASI langsung dihabiskan, jadi tidak ada ASI yang terbuang. Beberapa ibu masih menggunakan ASI yang ada di botol selama belum berbau atau asam. Pastikan untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyimpanan ASI perah.