Tips Menjaga Suhu Tubuh Bayi

Bagaimana Menjaga Suhu Tubuh Bayi Agar Tidak Cepat Sakit

Cuaca yang sering berubah dan tidak stabil dapat menyebabkan bayi cepat sakit. Sebab, bayi lebih mudah mengalami perubahan suhu tubuh dan rentan pada suhu dingin dibanding orang dewasa. Tubuh bayi belum mampu menjaga dan menyimpan panas dengan sempurna. Sebagai orang tua sebaiknya anda memahami cara berikut :

A. Kontak Kulit dan Pemberian ASI

Begitu dilahirkan, bayi yang masih telanjang dan belum dibedong, harus segera berkontak kulit dengan ibu. Sentuhan dan dekapan berpengaruh untuk menjaga suhu tubuh bayi agar lebih stabil dan lebih normal. Bayi jadi lebih tenang, bahagia, dan tidak cepat sakit karena detak jantung dan penafasannya lebih stabil dan normal. Selain itu, untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tidak cepat sakit, sebaiknya bayi rutin minum ASI dari sang Ibu. ASI ini berperan penting sebagai imun untuk mencegah segala macam penyakit.

B. Memandikan dengan Air Hangat

Ketika baru dilahirkan, sebaiknya tunggu hingga enam jam untuk memandikan bayi, agar tubuhnya menyesuaikan dengan sekitar. Untuk sehari-hari, karena bayi tidak kuat hawa dingin, selalu mandikan bayi dengan air hangat. Air hangat berperan untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tidak mudah sakit. Untuk menjaga suhu tubuhnya, jangan menyentuh bayi ketika tangan ibu sedang dalam keadaan dingin. Serta, jangan terlalu lama memandikannya agar bayi tidak kedinginan terkena udara sekitar.

C. Menghangatkan Bayi di Bawah Sinar Mentari

Sinar matahari pagi berfungsi untuk mengubah bilirubin berlebih dalam tubuh bayi sehingga si kecil dapat membuangnya dalam bentuk urine. Itulah mengapa penjemuran penting, terutama bayi yang dilahirkan kuning. Hanya diperlukan selama 10 hingga 15 menit saja diantara pukul 7-8 pagi. Karena, sinar biru hanya terpancar dari sinar matahari sampai pukul 9 pagi saja. Sinar biru ini yang bertugas membantu tubuh bayi untuk mengurangi kadar bilirubin. Jadi, cukup hanya bagian belakang atau punggung bayi yang dikenakan sinar.