Tindakan Menyelamatkan Nyawa Ibu Saat Janin Meninggal

Momen kelahiran buah hati adalah peristiwa yang mendebarkan. Apapun bisa terjadi saat proses persalinan berlangsung.  Misalnya, hal-hal tidak terduga seperti kematian janin saat dilahirkan, atau saat janin dinyatakan meninggal di dalam kandungan. Janin meninggal di dalam kandungan ternyata bisa membahayakan nyawa sang ibu. Diperlukan penanganan yang cekatan dari tim penolong untuk melakukan tindakan menyelamatkan nyawa ibu.

Tindakan Menyelamatkan Nyawa Ibu

Saat sudah diketahui janin meninggal, tindakan menyelamatkan nyawa ibu adalah sebagai berikut :

  1. Janin meninggal di dalam rahim biasanya akan dikeluarkan secara normal.
  2. Mengeluarkan janin melalui jalan bedah caesar hanya dilakukan apabila janin meninggal dalam posisi sungsang atau melintang dan ibu mengalami preeklamsia.
  3. Dilakukan pemeriksaan kadar fibrogen atau zat pembekuan darah. Fibrogen ibu rendah apabila janin yang di kandungnya sudah meninggal lebih dari dua minggu.  Jika fibrogen ibu rendah, akan terjadi perdarahan yang tidak bisa berhenti. Kemungkinan nyawa ibu melayang akibat perdarahan yang hebat bisa terjadi. Antisipasi penyediaan stok darah yang cocok dengan ibu harus dilakukan.

Kepekaan Ibu Hamil terhadap Gerakan Janin

Untuk itu, memang diperlukan kesadaran ibu hamil untuk selalu peka dan waspada terhadap janin yang dikandungnya. Ada beberapa penyebab terjadinya kematian janin di dalam kandungan yaitu :

  1. Ketidakcocokan golongan darah ibu dan janin
  2. Ibu menderita penyakit berat sepeti preeklamsia berat dan diabetes.
  3. Gerakan janin yang super aktif dan menyebabkan janin tercekik tali plasenta
  4. Janin mengalami kelainan kromosom
  5. Plasenta terlepas. Misalnya saat hamil terjadi kecelakaan atau pemukulan di area perut
  6. Janin mengalami kelainan bawaan seperti kelainan pada paru-paru dan jantung.

Yang perlu ibu waspadai saat hamil adalah gerakan janin dan besarnya perut seiring usia kehamilan. Umumnya, gerakan janin sudah bisa dirasakan saat janin berusia 5 bulan, gerakan janin yang normal adalah 10 kali gerakan dalam satu hari.

Sebelum janin tidak bergerak sama sekali, janin akan memberikan “warning” bahwa dirinya sedang sekarat. Bisa gerakan yang sangat liar atau malah semakin melambat. Ibu yang peka terhadap janinnya biasanya akan merasakan jika terjadi sesuatu dengan calon buah hatinya. Segera hubungi dokter kandungan untuk memastikan kondisi janin.