Tata Krama Dasar yang Harus Dimiliki Anak

Mengajarkan anak sopan santun bisa jadi merupakan hal sulit yang harus dilakukan oleh para orang tua. Pengajaran tata krama tidak hanya akan membuat rumah lebih terasa menyenangkan, tetapi akan menolong anak juga untuk berteman, mempunya perilaku yang baik di luar rumah dan bila mereka telah dewasa akan membantu mereka di tempat kerja. Berikut adalah beberapa tata krama yang paling dasar yang sebaiknya diajarkan orang tua kepada anaknya.

1. Tolong dan Terimakasih

Mengatakan “tolong” dan “terimakasih” merupakan etika terpenting yang harus orang tua ajarkan kepada anak. Mulai dari sebelum anak dapat berbicara, anak harus sering mendengar kata-kata ini diucapkan. Ketika anak mulai belajar berbicara, ajarkan mereka untuk menggunakan kata-kata ini bila mereka meminta dan menerima sesuatu. Sebagai tambahan, orangtua juga dapat mengajarkan anak untuk mengatakan “sama-sama” atau “kembali” bila mereka menerima ucapan terimakasih.

2. Tidak menyela pembicaraan

Mengajarkan anak untuk tidak menyela pembicaraan mungkin membutuhkan banyak latihan dan kesabaran. Di sekolah, anak diajarkan untuk mengangkat tangan bila mereka ingin bertanya. Pendekatan yang sama juga dapat diterapkan di rumah. Ajarkan anak untuk member signal ketika mereka ingin mengatakan sesuatu dan ajarkan mereka untuk menunggu untuk mendapatkan jawaban. Anak harus diajarkan untuk tidak menyela pembicaraan, tetapi orang tua juga harus berusaha untuk tidak mengacuhkan si kecil. Ketika giliran tiba untuk orang tua mendengarkan perkataan anak, berikan perhatian penuh kepada mereka. Ketika anak bersabar untuk menunggu giliran berbicara, pegang tangan anak atau rangkul anak untuk memberi tahu bahwa Anda sadar dengan kehadiran mereka.

3. Meminta maaf

Ketika Anda berbuat salah kepada anak, akuilah. Mintalah maaf. Semua orang dapat berbuat salah, itulah hidup. Semua orang meminta maaf, itulah yang membuat hidup menjadi lebih baik. Ini adalah pelajaran berharga yang dapat anak pelajari. Mengatakan ‘maaf’ bukan berarti menunjukkan kelemahan, melainkan kekuatan kita. Seorang anak yang tidak pernah meminta maaf tidak akan mengerti proses permintaan maaf, ia akan cenderung menolak. Hal ini akan membuat anak lebih terluka perasaannya.

4. Mengucapkan salam dan membuat kontak mata

Ajarkan anak untuk selalu mengucapkan salam bila bertemu dengan kenalan atau kerabat. Jangan lupa ajarkan mereka untuk membuat kontak mata ketika bersalaman.

5. Berbagi dan menunggu giliran

Merupakan hal yang  susah bagi anak untuk berbagi dan menunggu giliran, karena hal ini melibatkan sesuatu yang ia sukai.  Berbagi dan menunggu giliran dapat menjadi lebih mudah ketika anak memiliki rasa kontrol atas apa yang terjadi pada barang-barangnya. Jika anak Anda menolak untuk bergantian dengan mainan tertentu, ingatkan betapa ia menikmati bermain dengan mainan temannya. Jangan merebut mainan tersebut dan menyerahkannya pada anak lain, hal ini akanmenghambat kemurahan hati anak dengan membuat mereka lebih protektif terhadap barang-barangnya. Yang terpenting, pujilah anak ketika mereka dapat berbagi dan menunggu giliran.

6. Tata krama di meja makan

Cara termudah untuk mengajarkan tata krama di meja makan adalah makan bersama keluarga di meja makan secara teratur. Jika anak Anda terbiasa makan di depan televisi atau di mana saja, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menguasai sopan santun di meja makan yang baik. Ajarkan anak Anda bahwa memiliki tata krama yang baik di meja makan merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kita peduli terhadap mereka.

7. Etika bertelepon

Jika anak akan menjawab telepon, mereka perlu tahu bagaimana menjawab dengan benar. Di tempat kerja, etika bertelepon yang benar adalah keharusan dan sayangnya, banyak orang dewasa tidak mempraktekkan etika bertelepon yang baik. Ajarkan anak untuk mengucapkan salam ketika mengangkat telepon dan bertanya dengan sopan dengan siapa si penelepon ingin berbicara. Ajarkan anak juga bagaimana mencatat pesan dan mengucapkan salam sebelum menutup telepon.