Sunat Pada Bayi Perempuan, Haruskah?

Beberapa masyarakat kini mulai bingung haruskah bayi perempuannya disunat? Beberapa kalangan masyarakat menganggap perlu dilakukan layaknya sunat pada laki-laki, namun sebagian lagi tidak. Lalu mana yang benar?

Kalau dari segi medis, saat ini sudah jarang dilakukan sunat pada bayi perempuan. Bahkan World Health Organization (WHO), Humanitarian National, dan The International Federation of Gynecology and Obstetric, secara tegas menyatakan hal tersebut sebagai bentuk tindakan mutilasi yang dilarang (female genital mutilation). Di Indonesia sendiri, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1636/Menkes/Per/2010 tentang Sunat Perempuan, Direktur Bina Kesehatan Ibu menyatakan bahwa Permenkes 1636/2010 hadir untuk memberikan kepastian dan perlindungan pada kaum perempuan agar tidak dilakukan female genital mutilation (FGM) pada perempuan.

Sunat perempuan pada Permenkes 1636/2010 dilakukan dengan tindakan yang hanya menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris. Sehingga, tidak akan timbul perlukaan atau perdarahan pada organ reproduksi perempuan apabila dilakukan berdasarkan petunjuk dalam Permenkes 1636/2010.

Ternyata, pandangan medis ini tak selalu sama dengan pandangan agama. Menurut pandangan agama Islam, sunat pada bayi perempuan itu baik jika dilakukan karena merupakan aturan syariah Islam. Sampai saat ini, memang masalah sunat pada bayi perempuan ini masih menghadirkan perdebatan dari sisi medis juga dari sisi agama. Ada masyarakat yang cenderung mengikuti aturan medis, bahkan tidak mau anak perempuannya disunat, ada pula yang masih melakukannya karena mengikuti ajaran agamanya.

Anda yang memiliki bayi perempuan, sebenarnya kembali lagi kepada diri Anda sendiri. Tentunya, dengan mempertimbangkan sisi medis dan agama. Kalaupun Anda tetap ingin anak perempuan Anda disunat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai plus minusnya.

Jangan sampai Anda membawa anak Anda bukan ke tenaga medis untuk melakukan sunat yang justru akan membuat masalah baru dalam kesehatan bayi Anda. Jangan khawatir, dengan berdasar pada Permenkes 1636/2010, tentu tenaga medis akan bijak dalam melakukan sunat terhadap bayi perempuan Anda.