Studi Pengaruh Kopi Pada Ibu Hamil Muda

Kebiasaan minum kopi bagi seorang ibu yang sedang hamil muda bisa berpengaruh pada kehamilannya. Meskipun minum secangkir kopi di pagi hari masih diperbolehkan, tapi untuk amannya lebih baik dibatasi hingga dua cangkir per hari. Ini karena secangkir kopi bisa mengandung 100 mg kafein.

Jennifer R. Niebyl, dokter ahli kandungan yang mengasuh rubrik tanya jawab di situs www.babycenter.com menyebutkan hasil studi secara luas beberapa tahun lalu terhadap wanita dengan masa kehamilan awal yang minum kopi hingga 3 cangkir per hari. Penelitian tersebut menunjukkan tidak adanya pengaruh kafein terhadap janin. Namun dari sebuah studi yang lebih baru ditemukan peningkatan risiko keguguran saat wanita hamil muda minum lebih dari 200 mg kafein per hari.

Studi yang lebih baru ini dilakukan di San Francisco terhadap 1.000 wanita pada trimester pertama masa kehamilannya. Dari studi tersebut menunjukkan peningkatan keguguran dua kali lipat pada 200mg kafein per hari, yaitu setara dengan minum 2 cangkir kecil kopi atau 5 kaleng soda berkafein. Pada wanita yang minum 200 mg kafein per hari memiliki tingkat keguguran 25%, mereka yang minum 100 mg per hari memiliki tingkat keguguran 15%, sedangkan mereka yang minum kopi non kafein memiliki tingkat keguguran 12 persen.

Oleh karena itu direkomendasikan tidak lebih dari satu sampai dua cangkir kopi sehari bagi wanita hamil. Jika seorang ibu hamil memiliki kebiasaan minum kopi dua cangkir per hari, cobalah minum satu cangkir kopi biasa, dan satu cangkir lagi kopi tanpa kafein. Pendekatan yang sama juga berlaku bagi wanita hamil yang gemar minum minuman bersoda. Hindari juga mengkonsumsi minuman berenergi atau jenis minuman lainnya yang banyak mengandung kafein. Untuk ibu hamil yang menderita asma, migrain dan sinus sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein sama sekali.pengaruh kopi pada ibu hamil

Hasil studi lain oleh Peneliti Denmark seperti yang dilansir oleh Health Day News, menemukan hubungan antara tingkat konsumsi kafein dengan tingkat kelahiran hidup setelah fertilisasi in vitro (IVF) dalam program bayi tabung. Minum lima cangkir kopi atau lebih dalam sehari bisa mengurangi kesempatan berhasilnya pembuahan in vitro hingga 40 persen. Para peneliti Denmark ini menyebutkan bahwa efek dari kebiasaan lima sehari cangkir kopi serupa dengan efek negatif dari merokok.