Plasenta Previa: Kenali Jenis, Sebab dan Gejalanya

Plasenta Previa, istilah apakah ini? Anda mungkin sedikit asing dengan kata-kata tersebut, namun kondisi ini sebenarnya bisa terjadi pada masa kehamilan menjelang persalinan. Ini adalah keadaan dimana plasenta tertanam pada bagian bawah rahim dan angka kejadiannya berkisar antara 0,4 hingga 0,6 % dari jumlah kehamilan. Perlu diingat bahwa plasenta mulai terbentuk pada awal masa kehamilan dan bertanggung jawab untuk menyediakan nutrisi dan memenuhi kebutuhan oksigen untuk bayi serta membuang kotoran dari dalam darahnya. Plasenta punya peranan yang sangat penting dalam membentuk hubungan antara sang bayi dan ibundanya.

Klasifikasi

Secara garis besar, kondisi plasenta yang menutup jalan lahir dibagi menjadi empat macam, yaitu Totalis, Lateralis Marginalis dan Letak Rendah. Totalis merupakan kondisi dimana plasenta menutup seluruh pembukaan jalan lahir, sedangkan Lateralis adalah istilah bila plasenta hanya menutup sebagian, bukan keseluruhan pembukaan jalan lahir. Bila bagian tepi plasenta berada tepat di pinggir pembukaan jalan lahir, maka kondisi ini disebut Marginalis, sedangkan Letak Rendah merupakan istilah yang digunakan untuk kondisi dimana plasenta berada hanya 3 hingga 4 sentimeter di pinggir pembukaan jalan lahir.

Penyebab

Apakah penyebab terjadinya penyumbatan jalan lahir oleh plasenta? Ada banyak pendapat terkait masalah ini, namun penyebab pastinya belum ditemukan. Kendati demikian, ada beberapa hal yang menyebabkan seorang ibu hamil punya resiko lebih tinggi terhadap kondisi ini. Wanita dengan sel telur yang letaknya terlalu rendah di dalam rahim sangat rentan mengalami masalah penyumbatan oleh plasenta ketika melahirkan. Begitupun dengan mereka yang punya masalah tertentu pada lapisan rahim dan pernah mengalami Plasenta Previa pada kehamilan sebelumnya. Jika anda pernah menjalani operasi rahim, aborsi atau bedah Caesar maka berhati-hatilah karena resikonya tidak kalah besar. Mengandung anak kembar juga meningkatkan resiko penyumbatan oleh plasenta saat persalinan. Bahkan, resikonya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Resiko juga meningkat pada wanita perokok dan mereka yang usianya diatas 30 tahun.

Gejala

Mengenali gejala penyumbatan/penutupan jalan lahir oleh plasenta memang tidak selalu mudah, namun setidaknya ada beberapa kondisi yang patut diwaspadai, di antaranya adanya perdarahan tanpa nyeri, disusul dengan pendarahan berulang dan warna darah yang merah segar saat kondisi tersebut terjadi. Pendarahan biasanya terjadi saat usia kehamilan memasuki minggu ke 28 atau lebih (trimester ketiga). Penyebab kondisi ini tidak diketahui, bahkan seringkali dianggap sebagai pendarahan tanpa sebab. Jadi ada tiga poin penting yang harus dicatat: tanpa sebab, tanpa nyeri dan berulang. Tak jarang ibu hamil merasa terkaget-kaget karena mengalami pendarahan sekonyong-konyong tanpa ada keluhan apapun sebelumnya. Faktanya, darah terkadang keluar saat ibu hamil baru bangun tidur. Tiba-tiba saja, tempat tidur sudah penuh dengan darah. Siapa yang tidak cemas dengan kondisi seperti ini? Maka, segeralah pastikan kondisi ini dengan memeriksakan diri ke dokter. Jika anda menderita plasenta letak rendah di trimester kedua, segera lakukan USG beberapa minggu kemudian untuk memastikan apakah posisi plasenta sudah bergeser keatas sebagaimana seharusnya mengikuti perkembangan rahim. Dengan mengetahui fakta seputar Plasenta Previa, anda diharapkan dapat lebih waspada dan berhati-hati terhadap kondisi ini.