Perubahan Emosional di Usia Puber

Usia remaja adalah masa transisi antara dunia kanak-kanak dan usia dewasa. Tak jarang usia puber dilewati dengan penuh tantangan. Meninggalkan dunia kanak-kanak yang menyenangkan dan penuh dengan berbagai kesenangan menuju usia dewasa yang identik dengan tanggung jawab tidaklah mudah. Ditambah lagi dengan perubahan fisik yang dialami remaja, membuat mereka mengalami perubahan emosional di usia puber. Lebih mudah merasa tersinggung adalah salah satu ciri perubahan emosional di usia puber. Perubahan fisik yang dialami remaja bisa membuat mereka merasa tidak nyaman. Hingga membuat mereka gampang tersinggung. Berbagai pertanyaan mengenai apa yang terjadi pada tubuh mereka dan apa yang mereka rasakan juga membuat kondisi psikologis mereka menjadi lebih emosional.

Di usia puber remaja juga kerap merasa kurang percaya diri. Perubahan fisik yang terjadi mendorong mereka untuk membanding-bandingkan fisik mereka dengan teman yang lain. Berbagai hormon yang mulai diproduksi di awal masa pubertas ini juga menjadi salah satu penyebab remaja merasa labil secara emosional. Apalagi ditambah dengan ketidakmengertian mereka mengenai apa yang terjadi. Perubahan emosional di usia puber pun ditandai dengan sikap remaja yang lebih tertutup. Bila di masa anak-anak mereka menyukai kegiatan bersama orangtua. Kini mereka lebih memilih menghabiskan waktu di dalam kamar. Kegiatan rekreasi bersama keluarga pun tidak lagi menjadi aktivitas favorit mereka di akhir pekan. Remaja lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Orangtua tentu perlu bersikap arif terhadap perubahan emosional di usia puber. Memahami dan memberi ruang lebih leluasa bagi para remaja mampu menjalin rasa percaya dari si remaja. Menghadapi perubahan emosional remaja dengan sikap yang sama emosionalnya justru bisa membuat remaja makin menjauh.

Padahal mereka sesungguhnya justru membutuhkan pendampingan orangtua sebagai sumber informasi dan rasa aman. Remaja yang menjauh justru akan mencari informasi mengenai pubertas dari teman-temannya atau sumber-sumber lain yang tidak jelas. Yang dikhawatirkan para remaja akan mendapatkan informasi yang kurang tepat atau malah salah sama sekali..