Persalinan dengan Alat Bantu Forceps

Untuk melancarkan persalinan normal, bisa dibantu dengan alat bantu vakum maupun alat bantu ekstraksi forceps.

Ektraksi forceps adalah salah satu alat bantu untuk menarik kepala bayi pada proses persalinan normal. Forceps berbentuk mirip seperti tang (berbentuk U), memiliki sisi kanan dan kiri yang sedikit melengkung dan memiliki gagang panjang. Forceps ada dua sendok yaitu sendok kanan dan sendok kiri.

Sendok kanan dipegang di tangan kanan penolong persalinan dan dipasang di sebelah kanan Ibu. Sendok kiri dipegang di tangan kiri penolong persalinan dan di pasang di sebelah kiri Ibu. Berbeda dengan vakum, persalinan dengan alat bantu forceps bisa dilakukan tanpa bantuan Ibu. Biasanya forceps dilakukan pada Ibu dengan indikasi sakit jantung, asma dan keracunan kehamilan.

Manfaat Alat Bantu Ekstraksi Forceps

Forceps atau cunam dilakukan untuk menarik kepala bayi yang tidak bisa dilahirkan secara spontan. Forceps berguna untuk memutar kepala dimana letak ubun-ubun kecil di kiri atau di kanan. 

Berdasarkan letak turunnya kepala bayi , forceps dapat dibedakan dengan tiga jenis yaitu :

  • Forceps rendah adalah tindakan  pemasangan forceps atau cunam saat posisi kepala bayi sudah didasar perineum dan kepala sudah terlihat dari luar.
  • Forceps menengah  adalah saat posisi kepala bayi sudah masuk panggul tetapi belum masuk ke dasar panggul.
  • Forceps tinggi adalah saat kepala bayi belum masuk panggul atas. Pada kondisi ini sangat membahayakan keduanya dan harus digantikan dengan proses operasi caesar.

Pertimbangan Melakukan Ekstraksi Forceps

Persalinan dengan alat bantu forceps jarang dilakukan karena memang tingkat kesulitannya yang tinggi dibandingkan dengan vakum. Karena resiko yang dialami bayi juga besar. Alat ini akan mencengkram kuat kepala bayi hingga tanpa mengejan pun bayi Anda bisa dikeluarkan. Proses persalinan dengan alat bantu forceps akan memerlukan tindakan episitiomi atau merobek dengan sengaja jalan lahir.

Persalinan dengan alat bantu forceps baru bisa dilakukan apabila pembukaan sudah lengkap, ketuban sudah pecah, ukuran kepala bayi kecil atau bisa disesuaikan dengan jenis forceps yang ada, tidak ada kesempitan panggul, bayi dalam kondisi hidup, kontraksi baik dan Ibu bertindak kooperatif saat persalinan dilakukan.

Tindakan forceps tidak boleh dilakukan apabila kepala bayi masih  tinggi, Anencephalus atau terjadi cacat serius pada kubah tengkorak bayi, janin yang sudah lama mati sehingga kepalanya tidak bisa dicengkram dengan forceps dan pembukaan belum lengkap.