Permainan Interaktif Menyusun Kata

Masa balita merupakan tahap tumbuh kembang anak mengenal diri dan lingkungannya. Belajar mengenal bahasa dan sosialisasi. Masa dimana orangtua dan pendidik harus dapat memahami dan mengenal benar dunia anak-anak. Dunia yang penuh dengan permainan dan tawa canda.

Pada usia 2-5 tahun ini pengenalan terhadap bahasa sangat perlu dilakukan, karena pada usia ini perkembangan bahasa sangat cepat. Anak usia 2-5 tahun memiliki kemampuan mengikuti instruksi secara sederhana. Mereka mulai dapat menirukan kata-kata yang mereka dengar dan mengkombinasikannya. Pada usia ini anak sudah mampu mengucapkan 200 hingga 300 kata dan menyusun kata menjadi kalimat sederhana.

Saat yang tepat bagi orang tua dan pendidik untuk mengenalkannya pada permainan interaktif yang dapat merangsang indra pendengaran dan melatih kemampuan berbahasa. Berbagai permainan interaktif menyusun kata dapat anda terapkan dengan menarik. Contohnya adalah dengan berdialog dengannya, mengajaknya bermain menyusun kata dengan bantuan balok-balok, atau dapat juga menggunakan alat bantu flashcard.

Caranya sangat mudah. Anak kita perkenalkan dengan balok-balok bertuliskan kata dan gambar. Selanjutnya kita memintanya untuk menyusun balok-balok tersebut hingga menjadi sebuah kumpulan kata yang bermakna. Contoh  “Adek sayang ayah,” “Jeruk warna kuning,” “sandal baru Adek.” Kegiatan yang sederhana ini mampu merangsang anak untuk membuat sebuah komunikasi sederhana.

Permainan interaktif menyusun kata dapat dilakukan dengan beberapa anak sekaligus, seperti yang biasa dilakukan di bangku PAUD. Misalnya adalah dengan mengajak anak-anak menirukan suara binatang tertentu atau menyebutkan warna. Biasanya permainan ini disambut anak-anak dengan suka cita, disertai lagu dan tarian. Suasana yang menarik akan memudahkan mereka memahami materi yang kita ajarkan.

Semakin sering kita berinteraktif dengan anak melalui permainan-permainan interaktif menyusun kata, akan mencegah mereka dari gangguan wicara maupun gangguan pendengaran. Gangguan ini dapat menjadi masalah serius bila tidak segera tertangani. Oleh karena itu untuk mencegah anak dari gangguan pendengaran, gangguan pengucapan kata, masalah kejelasan bicara, maupun masalah dalam menafsirkan perintah sederhana dapat kita lakukan dengan permainan ini.