Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional

Perkembangan usia remaja merupakan masa yang penting untuk persiapan seseorang menapaki usia dewasa. Bilamana pada masa perkembangan remaja, seorang anak tidak mendapatkan bimbingan dan pengarahan yang baik maka dapat menimbulkan dampak yang serius. Salah satu contohnya adalah banyaknya remaja yang terjebak dalam perbuatan kriminal dan asusila saat ini.

Pada masa perkembangan usia remaja, seseorang akan mulai dapat mengemukakan pendapatnya kepada orang lain. Remaja cenderung akan berkomunikasi sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan pikirannya, terutama kepada orang yang lebih tua. Sehingga sering terjadi ketidakcocokan antara gagasan remaja dengan para orang tua di rumah. Apabila ketidakharmonisan ini dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan perasaan yang tidak puas pada remaja. Sehingga dia akan mencari kesenangan sesaat untuk pelariannya.

Para remaja adalah penerus masa depan bangsa ke depannya, oleh sebab itu kita perlu mengetahui ciri-ciri dan penanganan masalah remaja.

Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik

Ciri-ciri fisik seorang anak yang memasuki masa remaja dapat mudah dikenali. Berikut ini penjelasan ciri-ciri fisik menginjak perkembangan usia remaja.

Remaja laki-laki:

  • Organ testis berkembang fungsinya dengan produksi sperma serta kelenjar prostat. Sehingga pada masa peralihan anak ke remaja ditandai dengan mimpi basah, yakni keluarnya sperma sewaktu bermimpi.
  • Munculnya bulu pada organ-organ tertentu. Seperti pada organ kemaluan, janggut, kumis, dan ketiak.
  • Jakun pada tenggorokan nampak
  • Suaranya menjadi besar

Remaja perempuan:

  • Mengalami menstruasi untuk pertama kalinya
  • Munculnya bulu pada sekitar kelamin dan ketiak
  • Payudara dan pinggul akan terlihat lebih besar dari sebelumnya

Perkembangan Usia Remaja Secara Emosional

Usia remaja merupakan usia dimana seseorang mengalami peningkatan segi emosional yang cukup signifikan. Bila kita cermati seorang anak yang awalnya pendiam akan dapat berubah drastis sering melawan dan temperamen. Sebaliknya terkadang seseorang yang semula sangat agresif pada usia anak-anak, tiba-tiba menjadi remaja yang pendiam dan penurut. Tentu hasil ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat dia bergaul dan hidup di dalamnya.

Seorang remaja yang tinggal dan bergaul di lingkungan yang tenang dan harmonis, dia akan cenderung menjadi remaja yang pandai dalam mengendalikan amarah atau emosinya bila terganggu. Sebab dia dapat berpikir matang sebelum bertindak. Peran pendidikan di terutama dalam emosional dan berpikir bisa menciptakan kematangan karakter seorang remaja, terlebih lagi dampaknya di usia dewasa nanti.

Sebaliknya seorang remaja yang banyak bergelut dengan lingkungan yang tidak harmonis dan tidak terkondisikan, dia akan memiliki emosi yang tidak terkendali. Dalam bertingkah laku dan mencari kesenangan cenderung akan mengedepankan emosi daripada kematangan berpikirnya. Sehingga kemungkinan besar akan mudah terseret kepada hal-hal yang negatif. Misalnya meminum minuman keras, free seks, memakai obat-obat terlarang dan lain-lain.

Semoga artikel mengenai informasi perkembangan usia remaja ini bermanfaat bagi semua. Selamat berkreasi para remaja!