Perilaku Bullying Pada Anak Usia 5 -12 Tahun

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata bullying? Ternyata perilaku bullying tidak hanya terjadi pada usia remaja saja, karena perilaku bullying pada anak usia 5 – 12 tahun justru semakin menghawatirkan saja. Bullying pada anak terjadi karena beberapa factor, diantaranya adalah kurangnya perhatian dari orang tua, banyaknya tayangan televisi yang minim sensor, dan pengaruh buruk lingkungan.

Sebenarnya, apa sich arti dari istilah bullying itu sendiri? Bullying merupakan bentuk perilaku tidak senonoh yang dilakukan kepada orang lain yang dianggap lebih lemah.  Sebenarnya, apa sajakah yang menjadi motivasi perilaku bullying pada anak usia 5 Р12 tahun? Perilaku bullying pada anak biasanya disebabkan karena pelaku ingin populer atau terlihat kuat di mata teman-temannya. Namun, pada intinya pelaku bullying selalu berusaha mencari perhatian dari teman atau orang-orang disekitarnya.

Perilaku bullying tidak hanya berwujud secara fisik saja, melainkan bisa secara psikologis maupun verbal. Contoh perilaku bullying secara fisik bisa berupa tindakan mencubit, memukul, menjewer, menendang, mendorong kepala, dan lain-lain. Contoh perilaku bullying secara psikologis misalnya : mempermalukan temannya di depan umum, mengucilkan temannya, bersikap kasar atau tidak sopan pada temannya. Sedangkan contoh  perilaku bullying secara verbal diantaranya adalah menuduh, menyalahkan, mengkritik dengan tajam dan menyakitkan, menghina, menjuluki, melecehkan, memfitnah, membentak, menyebarkan gossip, dan lain-lain.

Perilaku bullying pada anak usia 5 – 12 tahun sangat perlu diwaspadai karena tidak ada alasan apapun yang membenarkan mereka membullying temannya sendiri dan tidak ada seorangpun yang layak menjadi korban bullying. Lalu, sebagai orang tua, tindakan apakah yang harus kita lakukan?

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua dalam menghadapi perilaku bullying pada anak :

  • Berikan perhatian pada anak dan penuhi kebutuhan anak
  • Sebagai orang tua, Anda harus tanggap jika terjadi perubahan perilaku anak, misalnya dengan melakukan pendekatan pada anak.
  • Membiasakan anak bersikap terbuka kepada orang tua
  • Hindari bersikap keras pada anak karena hanya akan membuatnya trauma
  • Awasi pergaulan anak
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan pihak sekolah

Semoga tips di atas dapat membantu orang tua dalam menghadapi perilaku bullying pada anak.