Peran Ayah Di Trimester Ketiga Kehamilan

Peran ayah di trimester ketiga kehamilan amatlah penting karena masa-masa ini adalah masa yang melelahkan dan mencemaskan menanti lahirnya sang buah hati ke dunia. Tentu saja, yang merasa cemas bukan hanya sang calon ibu, tapi juga calon ayah yang bahkan tidak bisa tenang sebelum akhirnya mengetahui bahwa semuanya berjalan lancar dan selamat. Dalam hal ini, tugas inti yang terpenting adalah menjadi pendengar yang baik untuk istri dan selalu siaga jika sewaktu-waktu sang istri melahirkan. Selain itu, suami juga harus bisa menunjukkan simpati dan dukungan setiap saat.

Memahami Perasaan Ibu Hamil

Jika anda adalah seorang suami sekaligus calon ayah dari bayi yang dikandung istri tercinta, sudah seharusnya anda tau kondisi fisik dan psikologis ibu hamil secara detail agar anda bisa memahami apa saja yang seharusnya anda lakukan. Saat hamil dan telah mendekati hari H persalinan, wanita memang merasa cemas dan takut. Perasaan ini makin lama makin parah dan disinilah peran anda untuk menyemangati istri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak mudah memang, tapi anda bisa melakukannya dengan mengalihkan perhatiannya. Ajak istri berbelanja keperluan si kecil agar ia lebih tenang. Hal lain yang dialami hampir semua ibu hamil adalah perasaan marah atau sejenisnya karena bentuk tubuhnya yang tidak menarik semenjak mengandung. Jika ini juga terjadi pada istri anda, cobalah untuk memberinya semangat dan memuji dia dan katakan bahwa ia tetap cantik (bahkan semakin cantik) ketika hamil. Pujian seperti ini sedikit banyak akan mengurangi rasa kurang nyaman dengan penampilannya saat ini.
Semakin hari, kandungan makin membesar dan ini tentu akan menimbulkan keluhan berupa rasa pegal, ngilu, sakit dan berbagai ketidaknyamanan lain terutama di daerah sekitar panggul dan punggung. Dalam hal ini, peran ayah di trimester ketiga kehamilan adalah untuk membantu meringankan keluhan tersebut. Memijat perlahan dibagian tubuh yang sakit akan mampu sedikit meringankan kondisi calon ibu.

Sulit Tidur

Sulit tidur karena cemas dan perut yang semakin berat/membesar juga merupakan hal yang wajar dialami ibu hamil. Kalau sudah begini, anda mungkin akan kena batunya. Terkadang kondisi sulit tidur dapat menyebabkan seseorang mudah terpancing emosi. Yang bisa anda lakukan adalah bersabar dan membantu serta menemani istri saat ia tidak bisa tidur. Jika anda tidak bisa menemaninya setiap hari, setidaknya dengarkan keluhannya agar ia merasa selalu mendapat support dan perhatian dari orang-orang terdekat.
Selain berbelanja kebutuhan si kecil, mengajak istri yang sedang hamil untuk melakukan kegiatan yang sudah menjadi hobinya merupakan ide yang patut anda ikuti. Sesekali ajaklah ia jalan-jalan ke taman sambil menikmati udara pagi atau bercocok tanam di kebun. Terkadang, ada juga kegiatan atau hal aneh yang ia ingin lakukan yang sama sekali tak pernah terjadi saat sebelum mengandung. Hal ini memang kadang mengagetkan, namun terasa normal bagi yang mengalami. Istilah populernya adalah “ngidam” atau “nyidam”. Walaupun umumnya berupa makanan, namun keinginan untuk melakukan sesuatu yang jarang terjadi atau pergi ke tempat tertentu juga kerap timbul pada masa kehamilan. Sudahkah anda menjalankan peran ayah di trimester ketiga kehamilan dengan baik?