Penyebab Meningitis pada Bayi

Berbagai mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit meningitis. Golongan mikroorganisme tersebut adalah virus, bakteri, dan jamur. Penyebab lainnya adalah hal-hal non-infeksi, seperti alergi obat dan beberapa jenis kanker dan peradangan. Dalam banyak kasus, meningitis memang dapat hilang dengan sendirinya dalam dua minggu. Tetapi, meningitis juga tak jarang dapat berakibat fatal karena mengancam keselamatan jiwa. Inilah yang membuat setiap orangtua seharusnya mulai mewaspadai gejala meningitis pada bayi agar bisa segera melakukan pengobatan sejak dini untuk penyembuhannya.

Ada berbagai bakteri yang diketahui menyebabkan meningitis. Pada bayi, salah satu bakterinya adalah Streptococcus pneumoniae (Pneumococcus). Bakteri yang satu ini merupakan penyebab terbanyak meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Selain itu, ada bakteri Neisseria meningitidis (Meningococcus) dan bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib) yang merupakan penyebab infeksi pernapasan bagian atas, telinga bagian dalam, dan sinusitis. Ada pula bakteri lainnnya yang menjadi penyebab meningitis, yakni Listeria monocytogenes (Listeria). Bakteri ini ditemukan di banyak tempat dan di dalam makanan yang telah terkontaminasi, di antaranya hot dog dan keju, serta makanan lain yang berasal dari hewan peliharaan lokal.

Dari hasil penelitian di beberapa rumah sakit di Indonesia diketahui bahwa 10 persen dari penyebab meningitis pada balita, termasuk pada bayi adalah bakteri Pneumococcus. Bakteri Pneumococcus ini hidup di tenggorokan orang yang sehat, termasuk pada bayi. Bila daya tahan tubuh rendah, bakteri dalam tenggorokan tersebut masuk ke dalam tubuh, darah, dan otak sehingga menyebabkan penyakit meningitis. Meningitis yang disebabkan Pneumococcus memiliki peluang kesembuhan yang rendah dan dapat berakibat cacat permanen. Kerusakan otak dan hilangnya kemampuan belajar adalah akibat serius yang ditimbulkan oleh meningitis yang disebabkan oleh bakteri yang satu ini. Pasalnya, sel otak tak dapat melakukan rekontruksi seperti sel kulit. Sel otak biasanya akan mati jika diserang oleh bakteri penyebab meningitis, padahal otak adalah pusat penglihatan, pendengaran, pergerakan, dan lain sebagainya.
Sementara, meningitis yang disebabkan oleh jamur masih tergolong sangat jarang terjadi. Jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan daya tahan tubuh. Selain bakteri dan jamur, penyebab yang lain adalah virus. Mengerikan sekali akibat dari meningitis pada bayi ini dan semoga kita semua bisa menghindarkan penyakit ini dari bayi yang ada di rumah kita.

Sudah saatnya, para orangtua mulai meningkatkan kekebalan tubuh bayi serta meningkatkan kesehatan di lingkungan sekitar untuk mencegah bayi terserang meningitis yang bisa membahayakan keselamatan jiwanya. Mencegah jauh lebih baik dibandingkan mengobati, bukan? Maka, lakukan sekarang dan saat ini juga untuk mencegahnya. Jika Anda tidak memiliki bayi, memberikan informasi ini pada ibu yang memiliki bayi pasti akan sangat bermanfaat!