Penyebab Kejang Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Masa balita merupakan fase terpenting dalam tumbuh kembang anak, namun juga sangat rentan terhadap penyebaran berbagai penyakit berbahaya.  Oleh karena itu, orangtua harus senantiasa melindungi anak dari hal-hal yang mengganggu kesehatannya, seperti; menjaga higienitas badan, makanan, dan lingkungan serta yang terpenting lagi adalah melindungi anak dari ancaman penyakit berbahaya dengan imunisasi dasar lengkap untuk bayi.

Banyak penyakit berbahaya yang menimbulkan gejala peningkatan suhu tubuh atau demam, sedangkan kenaikan suhu tubuh di atas 38°C seringkali beresiko terjadinya kejang. Kejang sendiri adalah kontraksi otot secara berlebihan yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh. Kita harus mewaspadai kondisi ini, karena lambatnya penanganan dapat menyebabkan epilepsi, gangguan tingkah laku, hingga penurunan intelegensi anak.

Mengingat banyaknya bahaya yang ditimbulkan akibat kejang, maka sudah selayaknya orangtua mengetahui penyebab kejang pada bayi dan cara mengatasinya.

Penyebab kejang pada bayi itu sendiri sangat beragam, diantaranya:

  • Infeksi.
  • Radang telinga, tenggorokan.
  • Demam atau suhu badan tinggi.
  • Penyakit bawaan ibu, seperti diabetes mellitus.
  • Kelainan otak.
  • Faktor keturunan, misal; orangtua menderita epilepsi.

Sebelum membahas tentang cara mengatasi kejang, kita harus mengetahui ciri-ciri bayi kejang yang diantaranya adalah:

  • Seluruh anggota tubuh kaku disertai gerakan kejut yang kuat.
  • Bola mata terbalik ke atas.
  • Gigi terkatup rapat.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Muntah atau mulut berbusa.
  • Sebagian kecil disertai pengeluaran buang air besar maupun kecil.

Yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi kejang adalah:

  1. Letakkan bayi di tempat yang aman dan jauh dari benda-benda berbahaya
  2. Buka seluruh pakaiannya untuk melancarkan jalan nafasnya
  3. Miringkan kepala dan tubuh bayi agar tidak tertelan cairan muntahnya karena bisa mengganggu pernafasannya.
  4. Segera berikan obat anti kejang yang diberikan melalui anus
  5.  Jangan memberikan makan atau minum karena hanya membuat bayi tersedak.
  6. Setelah kejang agak mereda, segera periksakan bayi ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan lanjutan.

Setelah mengetahui penyebab kejang pada bayi dan cara mengatasinya, maka diharapkan para orang tua selalu waspada dan siaga apabila menemui kondisi tersebut.