Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Demam Tifoid

Khawatir Anda dan orang-orang yang Anda sayangi terserang demam tifoid? Salah satu cara untuk mencegah demam tifoid adalah meningkatkan kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan Anda, terutama kebersihan makanan. Mengapa? Pasalnya, bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella typhi yang menjadi penyebab demam tifoid menyebar melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh seseorang. Bakteri tersebut akan masuk ke usus untuk kemudian berkembang biak. Sebagian bakteri memang berhasil dimusnahkan oleh tubuh, tapi sebagian yang lain biasanya berhasil lolos dan masuk ke peredaran darah. Inilah yang kemudian menyebabkan seseorang mengalami demam tifoid. Pelajari juga mengenai Komplikasi Akibat Demam Tifoid.

Gejala umum dari seseorang yang mengalami demam tifoid adalah demam yang tinggi dari 39° sampai 40°C (103° sampai 104°F). Biasanya demam yang dialami sang penderita meningkat secara perlahan dan disertai menggigil. Selain itu, denyut jantung dan badannya pun cenderung lemah. Sakit kepala yang sangat hebat dan pegal-pegal pada otot juga menjadi ciri lain dari seseorang yang terkena demam tifoid. Beberapa penderita demam tifoid juga mengalami nyeri pada perut. Biasanya jika dibiarkan, nyerinya akan bertambah karena telah terjadi komplikasi seperti pendarahan usus dan perforasi usus. Alhasil, biasanya sang penderita demam ini juga akan kehilangan nafsu makan hingga berujung pada konstipasi atau susah buang air besar. Pada kasus-kasus tertentu, pada sang penderita akan muncul flek atau bercak berwarna merah muda atau yang sering disebut dengan “rose spots”.

Jika tak menginginkan terserang demam yang juga dapat mematikan ini, tak ada hal lain yang harus dilakukan kecuali melakukan pencegahan. Menjaga kebersihan makanan seperti yang sudah diungkap di awal tulisan ini menjadi satu cara yang ampuh untuk mencegah masuknya bakteri penyebab demam tifoid, termasuk tidak sembarangan membeli makanan dan minuman yang dijajakan di luar. Kebersihan lingkungan, seperti penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah, juga adalah dua hal yang harus menjadi perhatian.

Kebersihan lingkungan bisa dimulai dari rumah Anda sendiri. Anda bisa mulai membersihkan beragam kotoran di rumah Anda secara telaten. Tidak lupa menyimpan sampah pada kotak tertutup sehingga tidak menimbulkan lalat yang akan menyebarkan bakteri. Rumah menjadi awal lingkungan sehat Anda, setelah itu Anda bisa memerhatikan lingkungan sekeliling Anda. Apakah lingkungan Anda sudah cukup sehat saat ini?

Pencegahan lain yang sangat dianjurkan adalah pemberian Imunisasi Tifoid. Vaksin ini sudah dapat diberikan semenjak anak masih berusia 2 tahun dengan pembaruan setiap 3 tahun. Setelah divaksinasi, tubuh akan lebih tahan terhadap serangan bakteri penyebab demam tifoid. Dengan kata lain, kalaupun sampai menyerang, tak akan sampai membahayakan. Saat bayi Anda diberi imunisasi tifoid, kemungkinan ia akan mengalami demam setelah imunisasi selama beberapa hari, namun Anda tidak perlu khawatir, cukup beri obat penurun demam saja.