Pentingnya Imunisasi Polio Pada Balita

Bagi kebanyakan orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan imunisasi polio, meski demikian tidak semua orang memahami pentingnya imunisasi polio pada balita. Sebetulmya pemerintah sudah memiliki program imunisasi rutin bagi balita.  Imunisasi pada dasarnya adalah suatu proses memperkuat sistem imun pada manusia. Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh berguna sebagai pertahanan tubuh dalam menghadapi penyebab penyakit seperti virus dan bakteri. Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh pada manusia dapat terbentuk secara alami, namun pada balita dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah, menjadi sangat rentan terhadap serangan virus maupun bakteri yang beredar di lingkungan sekitarnya. Salah satu penyakit yang dianggap berbahaya adalah penyakit polio.

Penyakit Polio

Polio adalah jenis penyakit menular yang berkembang pada tenggorokan dan saluran pencernaan. Penyakit ini dahulu menjadi penyebab utama kasus kelumpuhan di Amerika Serikat. Sejak tahun 1955 mulai dikenalkan vaksin polio, dan akhirnya penyakit ini dapat dibasmi secara menyeluruh di Amerika Serikat. Namun bahaya polio masih muncul pada beberapa negara-negara berkembang. Virus polio masuk melalui makanan atau minuman, dan gejala yang ditunjukkan adalah kaku tengkuk, kaku punggung dan kaki selama 2- 10 hari, setelah itu imunitas tubuh sudah terbentuk dan akan sembuh total. Hanya saja diperlukan perawatan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi tubuh yang sempat lumpuh. Dari keseluruhan penderita polio hanya sekitar 2% saja yang mengalami kelumpuhan total. Penyakit ini belum memiliki obat, oleh karena itu perlu diperhatikan pentingnya imunisasi polio pada balita

Vaksin Polio

Vaksin merupakan cara pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi suatu penyakit. Vaksin bukanlah obat apalagi untuk penyakit polio yang belum ada obatnya. Vaksin polio bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi terhadap virus polio tanpa terjangkit penyakit tersebut. Sebelum tahun 2000 pemberian vaksin polio dilakukan secara oral, dimana didalam vaksin tersebut terkandung virus polio hidup yang telah dijinakkan. Namun dalam penerapannya ternyata dalam beberapa kasus penyakit polio justru disebabkan oleh vaksin oral tersebut. Setelah tahun 2000 pemberian vaksin dilakukan dengan memasukkan virus polio yang sudah mati atau tidak aktif lagi, dan pemebrian vaksin ini dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin pada lengan atau kaki.

Pemberian vaksin polio pada balita

Pemberian vaksin polio umumnya diberikan pada saat usia anak-anak. Secara umum pemberian vaksin dilakukan secara bertahap dalam 4 dosis, dan pemberian dilakukan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 – 18 bulan, 4 – 6 tahun. Berdasarkan penjelasan diatas memang penyakit polio bukan penyakit yang mematikan, namun memandang akibat kelumpuhan yang ditimbulkannya maka perlu adanya tindakan pencegahan. Terutama untuk balita apabila terjangkit penyakit ini tentunya akan mengganggu perkembangan fisik dari balita tersebut, oleh karena itu orang tua harus memahami pentingnya imunisasi polio pada balita.