Pentingkah Pendidikkan Seksual untuk Anak usia 13-18 Tahun?

Usia 13 – 18 tahun adalah rentang masa remaja yang amat rawan dalam tumbuh kembang dan pergaulan.  Pendidikan seksual untuk anak usia 13-18 tahun pentingkah untuk diberikan?  Jawabannya tentu saja materi ini sangat penting untuk dikenalkan bahkan sejak anak-anak sebagai orang tua kita selayaknya memberikan pendidikan seksual sejak dini.  Tujuannya tidak lain untuk melindungi buah hati dari tindak pelecehan seksual, gaya hidup yang tidak sesuai dan jauh dari norma serta pergaulan bebas yang kerap mengancam para remaja. Usia 13-18 tahun adalah masa yang rawan bagi perkembangan remaja, di mana saat itu mereka sudah mulai mengenal lawan jenis, memiliki ketertarikan pada lawan jenis dan mengalami pertumbuhan organ reproduksi yang mulai berfungsi sempurna.  Kurangnya informasi tentang seks dapat membuat buah hati terjerumus pada masalah-masalah yang cukup pelik.  Kehamilan di luar nikah, pelecehan seksual dan pergaulan bebas.

Pentingkah Pendidikkan Seksual untuk Anak usia 13-18 TahunSeperti kita pahami bersama, bahwa pernikahan dini masih saja terjadi belakangan ini, dan biasanya disebabkan karena salah pergaulan hingga terjadi kehamilan di luar nikah.  Bila sudah seperti ini biasanya mau tidak mau orang tua akan menikahkan anaknya saat itu.  Padahal usia 13-18 tahun fungsi rahim belum sempurna, kehamilan pada usia ini dapat menyebabkan rahim menjadi robek dan pelaku rentan terserang penyakit kanker rahim. Dengan memberikan pendidikan seks yang tepat pada buah hati diharapkan mereka menjadi paham bagaimana menjaga diri dan membatasi pergaulan agar tidak salah arah.  Menyadari apa yang tidak boleh dan boleh dilakukan dalam tumbuh kembangnya dan dapat bersikap tegas saat seseorang melakukan pelecehan seksual padanya.

Pendidikkan seksual untuk anak usia 13-18 tahun pentingkah kita berikan dan bagaimana caranya? Memberikan pendidikan seks untuk anak pada rentang itu harus benar-benar memahami kondisi anak.  Sebab usia tersebut anak sudah mulai memahami informasi secara liar.  Kemajuan teknologi yang bebas tanpa sortir membuat anak menerima informasi secara bebas dari internet.  Oleh karena itu dampingi anak secara perlahan dan sisipkan pesan-pesan moral dan materi tentang seks secara perlahan agar lebih mudah dipahami dan diterima oleh buah hati yang beranjak dewasa