Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak (usia 5-12 tahun)

Bermain merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan. Anak-anak pada berbagai usia umumnya senang bermain, dan bagi anak usia sekolah, bermain juga bermanfaat bagi perkembangan fisik maupun psikologis anak.

Pengaruh permainan pada perkembangan anak (usia 5-12 tahun) antara lain adalah membantu perkembangan fisik anak. Pada anak usia sekolah, bermain secara aktif akan melatih otot anggota gerak dan seluruh bagian tubuhnya, baik motorik kasar maupun motorik halus. Anak juga belajar mengenal lingkungannya, serta didorong untuk berkomunikasi dengan anak lainnya. Dengan bermain bersama anak lainnya, anak belajar membentuk hubungan sosial, serta belajar bagaimana menghadapi dan memecahkan masalah yang timbul dalam hubungan sosial tersebut. Anak akan mengetahui tingkat kemampuannya dibandingkan dengan teman bermainnya, sehingga dapat mengembangkan konsep dirinya dengan lebih nyata. Anak juga akan mengimplementasikan standar moral dalam kelompok bermain, seperti yang diajarkan di rumah atau di sekolah.

Pengaruh permainan pada perkembangan anak (usia 5-12 tahun) yang lain adalah permainan merupakan sarana anak untuk belajar. Dengan bermain, anak akan mempelajari banyak hal yang tidak diperoleh dari sekadar belajar di rumah atau sekolah. Bermain juga dapat merangsang kreativitas anak. Dengan bermain, anak akan menemukan bahwa merancang sesuatu yang baru dan berbeda dapat menimbulkan kepuasan. Anak juga dapat menyalurkan kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dpenuhi dengan cara lain. Misalnya ketika anak tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, ia dapat menyalurkan keinginannya dengan menjadi pemimpin tentara mainan.

Namun demikian, banyak faktor yang menentukan pengaruh permainan pada perkembangan anak (usia 5-12 tahun), antara lain adalah tingkat kecerdasan dan kesehatan. Anak-anak yang cerdas cenderung akan lebih aktif bermain dibandingkan teman-temannya yang kurang cerdas. Selain itu, anak-anak yang sehat akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memainkan permainan yang menguras banyak energi jika dibandingkan anak-anak yang kurang sehat. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada permainan yang dipilih, yang juga berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak.