Pengaruh Keluarga Terhadap Intelegensi Anak Usia 5-12 th

Ketika menginjak usia prasekolah, kemampuan motorik kasar, motorik halus dan kemampuan kognitif anak sudah sangat berkembang. Jika sebelumnya hanya mampu berlari pelan, pada usia ini anak sudah mulai mengembangkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan kemampuan motorik halusnya, jika sebelumnya belum mampu membuat garis lengkung maka pada usia ini anak sudah mulai bisa membentuk lingkaran. Bagaimana dengan kemampuan kognitifnya? Mungkin jika sebelumnya hanya bisa mengenali beberapa warna, pada usia ini anak sudah mulai mengenal berbagai macam warna. Sebenarnya pengembangan kemampuan dasar anak ini juga bergantung kepada pengaruh lingkungan keluarga. Bagaimana pengaruh keluarga terhadap intelegensi anak usia 5-12 th? Apa saja yang mesti dilakukan agar intelegensi anak berkembang?

Keluarga Dan Intelegensi Anak, Apa Hubungannya?

Secara umum kecerdasan atau intelegensi anak terbagai menjadi kecerdasan berpikir dan kecerdasan emosional. Lingkungan keluarga yang mengembangkan sistem pengasuhan anak yang supportif, menyenangkan dan konsisten secara tidak langsung juga akan menumbuhkembangkan tingkat intelegensi anak. Agar pengaruh keluarga terhadap intelegensi anak usia 5-12 th berkembang optimal, berikut akan disampaikan beberapa kiat pola pengasuhan yang dapat diterapkan sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  1. Disiplin. Terapkan kebiasaan disiplin semenjak dini. Biasakan anak melakukan sesuatu sesuai dengan waktunya, misalnya waktu belajar, waktu bermain, waktu tidur dan sebagainya.
  2. Dukung dan kembangkan. Dukung dan kembangkan kecerdasan anak dengan memberikan bantuan atau stimulasi yang dapat merangsang pola pikir dan empati anak, misalnya stimulasi berupa cerita matematika atau cerita lainnya.
  3. Tanggung jawab. Berikan sedikit tugas rumahan yang harus diselesaikan atau bisa juga beri tanggung jawab anak untuk membereskan meja belajar dan mempersiapkan pelajaran keesokan harinya.
  4. Motivasi. Berikan sedikit motivasi agar anak biasa mengembangkan sikap dan perilaku positif seperti disiplin melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Motivasi dapat berupa hadiah atau mengajak ke tempat yang diidamkan anak.

Beberapa pola pengasuhan anak diatas akan memberikan nilai positif  pengaruh keluarga terhadap intelegensi anak usia 5-12 th. Satu hal penting yang harus dihindari adalah inkonsistensi disiplin dalam penerapannya. Semoga bermanfaat.